Pencuri sepeda motor polisi tidak menerima tiket karena mereka melewati jalur bus, yang merupakan pengakuan para pelaku

Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Pengemudi yang awalnya memiliki AR (26) menyita telepon polisi tanpa mendapatkan tiket.

Seperti yang kita semua tahu, sepeda quad diberi label sebagai jalur bus hari Senin. (02/10/2020) Sore.

Kebon Jeruk Kepala Investigasi Kriminal AKP Achmad Ardhy mengatakan bahwa pelaku mengklaim bahwa kesalahan menyita ponsel polisi. “” Setelah aman dan kami meminta informasi, penulis mengklaim bahwa Kiraf telah menyita ponsel polisi. (2020/11/02)

Reading:. Kasus pelecehan anak telah terungkap karena hilangnya

Ardhy mengatakan bahwa pelaku mengaku panik saat meraih ponsel milik polisi lalu lintas yang menerima tiket. — Ini karena korban, Aiptu Suhartono, memotret nomor plat penyerang. Menurut Ardhy, ketika penjual tiket memasuki jalur bus, ini sudah menjadi prosedur polisi lalu lintas.

“Jadi, ketika ini terjadi, penyerang mendapat tiket. Kemudian dia menghancurkan ponsel dari polisi dan pergi dengan mobil,” kata Ardhy.

Jadi, dalam waktu kurang dari 1 x 24 jam, polisi segera menemukan pelaku melalui tiket yang dikeluarkan oleh korban.

Baca: Seri baru NTB Mataram “Pria itu membunuh polisi di kantor tiket”, ibu yang penasaran melihat wajah si pembunuh

Ardhy mengatakan penyerang segera mengambil teleponnya secara tidak sengaja setelah mencuri telepon dari polisi lalu lintas Mobil melaju ke jalur bus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *