Tolak RUU penciptaan lapangan kerja yang mencabut hak pekerja dan ijazah kerja tertentu

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Serikat buruh memprotes pembahasan Undang-Undang Penciptaan Tenaga Kerja (RUU).

Langkah ini bertepatan dengan diadakannya rapat tahunan MPR, dan dihadiri oleh Presiden Yoko Widodo. — -Ketua Pabrik Jumisi Federasi Lintas Pekerja (FBLP) mengungkapkan bahwa “UU Cipta Kerja” adalah hak-hak pekerja.

Baca: Pan Mahalani: Akan Ada Pembahasan Serius dan Transparan Tentang “UU Cipta Kerja” – Baca: Azis Syamsuddin Mendapat “Karya” dari Serikat Pekerja Sumbangan dari Employment Act- “Ancaman kontrak kerja seumur hidup dan outsourcing, upah rendah, dan tidak ada hak untuk mengundurkan diri akan lebih realistis,” kata Zhu Misi dalam siaran persnya, Jumat (14/8) .

Tak hanya buruh dan buruh pabrik, UU penciptaan lapangan kerja yang tengah dibahas dalam proyek di DPR juga dinilai berdampak pada petani. Apalagi dalam hal properti lahan industri.

Ini karena hak guna komersial (HGU) yang diberikan kepada pengusaha tercantum dalam “Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja”. Zhu Misi juga menyatakan bahwa RUU penciptaan lapangan kerja akan membawa kemiskinan bagi masyarakat.

Zhu Misi menjelaskan: “Yang pasti akan terjadi di masa depan adalah rangkaian kemiskinan sistemik yang dipimpin oleh negara.”

Dalam pidatonya tadi, Presiden Joko Widodo mendorong Salah satu peluang penciptaan lapangan kerja adalah dengan menyederhanakan regulasi perizinan yang merupakan bagian dari “Job Creation Act”.

“Peraturan yang tumpang tindih, kompleks, menjebak, semua risiko yang harus Anda selesaikan,” kata Chokovi. Pada 2021, Jokowi fokus pada banyak perkembangan. Diantaranya, tingkat pengangguran antara 7,7% dan 9,1%, dan tingkat kemiskinan antara 9,2% – 9,7%, menekankan pada pengurangan kemiskinan ekstrim, tingkat ketimpangan antara 0,377 dan 0,379, dan indeks pembangunan yang berkualitas. Kisaran manusia (HDI) adalah 72,78 hingga 72,95.

Artikel ini telah tayang di KONTAN dengan judul: Buruh Demo Menolak RUU Pencabutan Hak-Hak Buruh Sejumlah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *