Beritahu pemandu lagu karaoke: Saya menjual TV, kulkas, beberapa pakaian lama, apa yang ingin dimakan anak-anak?

Reporter TribunJakarta.com Muhammad Rizki Hidayat (Muhammad Rizki Hidayat) lapor

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sejak berlakunya peraturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), tempat hiburan nightlife DKI Jakarta sempat terhenti. Operasi. Dampaknya pada staf klub malam.

Salah satunya adalah Bebi (bukan nama sebenarnya), dia adalah pemandu lagu di karaoke, dan telah kehilangan sekitar lima bulan kerja.

“Saya jual TV (TV), sepatu bekas, dan lemari es. Penjualan online,” kata Babe (24 tahun) usai melakukan aksi protes di luar kantor Balaikota DKI di Jakarta, Selasa (7/9). 21/2020) .

Baca: Demonstrasi Lagu Terapis dan Panduan Kantor Anies, Akankah Banner Janda Perlu Biaya Hidup

Ini yang dilakukan Babe untuk memenuhi kebutuhan.

“Iya belikan air makan dan minum untuk anak saya. Saya tinggal bersama anak saya dan suami saya tidak ada (cerai)”, ujarnya.

Bibi mengatakan bahwa penjualan produk tersebut hanya bisa bertahan sekitar 14 hari. –Dia mengatakan itu bahkan saat itu, dia akan makan mie instan. Dia mengatakan bahwa dia bahkan lebih sering makan mie daripada nasi dan lauk pauk lainnya.

Wanita asal Jawa Barat ini mengaku kesulitan tinggal di Jakarta karena hanya memiliki ijazah SMA.

“Dia punya ijazah SMA, dan sulit mencari pekerjaan di Jakarta. Kamu terpaksa kuliah S1, lalu gampang mencari pekerjaan yang bagus,” katanya. Dia menyimpulkan. “Boleh jadi biaya kuliah anak saya kuliah.” Artikel itu dimuat di Tribunjakarta.com dengan judul Curhatan Karaoke Guide Tempat Hiburan Malam: Saya Jual TV ke Kulkas untuk Hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *