Pengunjung restoran wajib melengkapi buku tamu PSBB DKI Jakarta selama masa transisi

Wartawan Tribunnews memberitakan Larasati Dyah Utami

TRIBUNNEWS.COM, Gubernur Jakarta-DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk menghapuskan pengereman darurat, pembatasan sosial skala besar (PSBB), yang telah dikumpulkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) 101 Ketat 2020-selama masa transisi PSBB Jakarta mulai 12 Oktober 2020, pengunjung restoran dapat kembali makan malam dalam dua minggu ke depan.

Namun, Pemprov DKI Jakarta telah merumuskan sederet regulasi kesehatan yang lebih ketat. — “Makan hanya diperbolehkan antara pukul 06.00-21.00 WIB,” kata Anis dalam keterangannya, Minggu (11/10/2020). –Baca: Pinkan Mambo menegaskan bahwa kematian ibunya seharusnya tidak menunjukkan layanan Covid-19 dalam konteks profesionalnya — termasuk pengunjung, mereka harus melengkapi buku tamu yang disediakan oleh masing-masing restoran untuk kenyamanan bila diperlukan jalur.

Untuk pesanan jinjing, diperbolehkan hingga 24 jam.

Mengenai kapasitas, Akarta Pemerintah Provinsi DKI Jepang telah merumuskan peraturan yang mengizinkan pengunjung restoran untuk memasukkan hingga 50% dari kapasitas biasanya.

Baca: Berikut aturan fitness center selama masa transisi PSBB di Jakarta Jarak antara pengunjung dan daya tampung

alat masak wine harus didesinfeksi secara teratur dan berjarak minimal 1,5 meter, kecuali pengunjung dengan tempat tinggal yang sama. -Restoran dengan pertunjukan musik live mengharuskan pengunjung untuk duduk di kursi terpisah alih-alih berdiri atau di tanah. , Masker dan sarung tangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *