Saat pandemi Covid-19, pertanyaan wacana film kembali bermunculan. Ini Jawaban Polda Metro Jaya

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polda Metro Jaya masih enggan menanggapi rencana pembukaan bioskop untuk publik di DKI Jakarta dalam waktu dekat.

Polisi masih menunggu tim penanganan Covid-19.

“Nanti kami masih menunggu kebijakan dari pokja. Dalam hal ini, polisi siap memberikan dukungan. Detail teknis di lapangan belum bisa dipastikan. Kami tunggu saja,” kata Presiden Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Berbicara kepada wartawan pada Jumat (28 Agustus 2020). Ia mengatakan, Polda Metro Jaya merupakan satgas Covid 19 yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Atas dasar itu, pihaknya masih menunggu pemeriksaan aparat.

Nanti polisi hanya akan berbicara tentang sistem keamanan, aturan dan tindakan bagi pengunjung bioskop.

Baca: Wakil Presiden DPRD DKI Jakarta Panggil Kembali Peta Bioskop dan Dihubungi Anies Baswedan Semoga

Baca: Rekomendasi Pokja Khusus Covid-19: Bioskop di Jakarta Dibuka Lagi, Membatasi Penonton dan Tidak makan- “Kami ini tim pokja. Dalam hal ini ketuanya adalah Gubernur DKI Jakarta. Wakilnya Pangdam dan Kapolda. Tim pasti akan membahas tim seperti apa, apa manfaatnya dan apa? Usai berdiskusi dengan kelompok kerja penanganan Covid-19, Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kesehatan. Di 47 negara / wilayah, saat ini kegiatan film sedang dilakukan seperti biasa. ”Bahkan di Korea, pada masa pandemi, termasuk masa puncak pandemi, tidak ada bioskop. Dekat sana. Kata Annis dalam jumpa pers yang digelar di Graha BNPB di Jakarta, Rabu (26 Agustus 2020). — Sejak di sana, Pemprov DKI juga sudah melakukan persiapan dan regulasi menyeluruh untuk pembukaan bioskop. Kualifikasi pemohon, kewajiban memakai topeng hingga aspek penetrasi udara.

Langkah selanjutnya berdiskusi dengan para pelaku industri perfilman Jakarta. “Mereka belum bisa mempersiapkan karena sudah lama, apalagi sejak DKI masuk Sejak Juni masa transisi, pelaku di bidang ini sudah berkomunikasi erat untuk membahas persiapannya, ”ujarnya. Pemprov DKI menuruti kesepakatan sanitasi. “Dia menyimpulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *