Kisah Saideng bermain Kung Fu di WSAN 3 Tangsel berakhir, dan kepala desa mencabut hukuman penjara

Tangerang Selatan, TRIBUNNEWS.COM-Kasus “Tendangan Kung Fu” oleh Lurah Benda Baru, Pamurang, Tangerang Selatan, Saideng sudah menyebar. Bahkan institusi negara diinterogasi oleh polisi.

Namun, Syedon tidak masuk penjara karena sabotase di SMAN 3 Tangerang Selatan.

Setelah dicurigai, kepala desa Saidon lolos dari hukuman karena dialah yang melaporkan kejahatan tersebut kepadanya. Polisi telah mundur. — Pihak sekolah mengatakan bahwa laporan tersebut ditarik karena Wali Kota Saidun mengaku melakukan kesalahan.

SMAN 3 Tangerang Selatan mencabut laporan polisi atas perusakan sekolah oleh tersangka Kepala Desa Benda Baru (Benda Baru).

Ini karena kedua pihak telah sepakat untuk menyelesaikan kasus tersebut melalui nota damai.

Aan Sri Analiah (Kepsek), Wali Kota Tangsel SMAN 3, membeberkan alasan pihaknya mencabut laporan polisi terkait vandalisme. Alasannya, penyidikan masih berlangsung. Pak Lurah mengatakan: “Aan dikukuhkan pada Sabtu (29 Agustus 2020).

Ia menjelaskan bahwa proses perdamaian dalam kasus ini juga berdasarkan penilaian Syedon untuk mengakui kesalahannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *