Jika siswa Depok menemukan anarkis saat presentasi “UU Penciptaan Kerja”, mereka akan dikeluarkan dari sekolah.

Dedi Supandi, Wali Kota Sementara Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Depok, mengoreksi informasi terkait sanksi hukum yang komprehensif bagi mahasiswa peserta demonstrasi. ) Tidak cocok untuk siswa aktif yang mengekspresikan cita-cita.

Sebaliknya, saat mengutarakan pendapat, ini untuk siswa yang berpartisipasi dalam anarkisme.

“Karena demonstrasi adalah penyampaian keinginan dan jika dibiarkan, anarkis pasti akan menghadapi kejahatan. -Lihat juga: KPAI meminta polisi untuk tidak mempersulit anak-anak peserta siaran SKCK untuk mendemonstrasikan undang-undang penciptaan lapangan kerja-untuk Oleh karena itu, dalam pendataan yang dilakukan polisi terhadap puluhan mahasiswa yang dilindungi, Didi mengatakan mahasiswa akan diperiksa untuk membuktikan apakah mereka pernah mengikuti kegiatan anarkis.Jika terbukti kegiatan tersebut melibatkan anarkisme, Jerman Biro Pendidikan Polandia akan tegas menentang para mahasiswa tersebut. Kata Didi.

Didi juga mengatakan bahwa hukuman ini bukanlah ancaman, melainkan tindakan yang harus diambil jika mahasiswa tersebut terlibat anarki yang berujung pada kejahatan. Kemudian, hanya Lakukan pendataan dan kembalikan kepada orang tua untuk dimintai nasehat.

Dedi juga menjelaskan dalam informasi yang didapat dari pendataan siswa yang selama ini dilindungi oleh polisi. — Rata-rata ini Para siswa menunjukkan bahwa itu karena mereka juga teman sekelas yang ikut atau diundang.

“Bahkan ada beberapa siswa yang bukan mahasiswa aktif, dan mengaku bergabung karena diundang,” Dedi.

Artikel ini dimuat di Tribunjakarta. On com, headline-nya adalah mahasiswa Depok, jika mereka tertangkap basah sebagai anarkis memprotes undang-undang penciptaan lapangan kerja, mereka akan didenda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *