Sebagian besar protes yang ditangkap terhadap “UU Komprehensif tentang Penciptaan Lapangan Kerja” adalah mahasiswa.

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Kepala Bagian Humas Polri, Kompol Ingo Yuwono, mengatakan sebagian besar pengunjuk rasa yang menolak “UU Komprehensif Cipta Kerja” yang ditangkap polisi pada Selasa (13/10/2020) adalah mahasiswa rombongan. -Menurut Argo, dari 1.577 pengunjuk rasa yang ditangkap, 806 mahasiswa ditangkap polisi.

“806 mahasiswa ditangkap,” kata Argo kepada wartawan, Rabu (14 Oktober 2020). -Tidak teridentifikasi, ada 112 kelompok pekerja dan 29 kelompok mahasiswa.

Yang lainnya masih mengumpulkan data.

“Katanya 66 orang menganggur.” Kepolisian Negara Republik Indonesia ditangkap Kemarin (13 Oktober 2020), 1.577 orang memprotes ”UU Komprehensif Cipta Lapangan Kerja” DKI Jakarta dan sekitarnya. -Inspektur Jenderal Humas Polri Argo Yuwono mengatakan: Penangkapan dilakukan oleh tim Polda Metro Jaya.

Sisanya didistribusikan di antara beberapa polisi di daerah tersebut.

“512 dari Ditreskrimum, 145 dari Polres Jakarta Selatan, 147 dari Jakarta Utara, 185 dari Polres Tangerang Kota, 173 dari Polres Metro Bekasi, dan 119 dari Polres Dunsell. Demikian keterangan tertulis., Rabu ( 14/10/2020). – Argo menyatakan dari 1.577 peserta pawai, 47 dinyatakan korona reaktif. – Bagi pengunjuk rasa yang menunjukkan korona reaktif, mereka Saya langsung dibawa ke Wisma Atlet RS Gawat Darurat Kemayoran Jakarta Pusat (

). Selain itu, Argo menambahkan, para demonstran yang ditangkap masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. – Jika ketahuan pada tahap penyidikan nanti Penjahat akan ditangani. Sesuai undang-undang yang berlaku, verifikasi dan apakah menanggapi isi proses pidana, “katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *