Pemprov DKI Jakarta secara bertahap akan mengurangi jumlah bansos

Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo melaporkan-Jakarta-DKI Jakarta-DKI Pemprov DKI Jakarta secara bertahap akan mengurangi porsi bantuan sosial (pelarangan) bagi masyarakat rentan dan miskin terdampak Covid-19. DKI Pemprov sendiri baru didistribusikan pada April atau sesaat setelah PSBB tahap pertama dilaksanakan.

Pemprov DKI akan terus memberikan bantuan sosial hingga Desember 2020. — Baca: Warga Kasun di Tulum Unjuk Rasa Diduga Turunkan Bansos Covid-19 Akan Mundur Setelah 20 Tahun Mengabdi-Total, Pemprov dan Kemensos akan Beri Total Lebih dari 2,4 Juta Keluarga (KK) menyalurkan bantuan sosial.

Informasi lengkap, 1.299.849 rumah tangga milik Kementerian Sosial, dan 1.147.537 rumah tangga ditangani oleh Pemprov DKI melalui baksos. Hingga Desember, Ahmad Riza Patria, Wakil Gubernur DKI Jakarta, mengatakan dalam diskusi virtual, Jumat (26/6/2020). Pasca masa peralihan.

Menimbang bahwa pada masa peralihan tersebut, warga yang mencari penghasilan dari ojek online dan perusahaan yang sebelumnya dilarang beroperasi kini dapat kembali beraktivitas. Mereka yang pulih kemudian akan dikeluarkan dari daftar penerima bantuan sosial.

“Namun distribusi sembako akan menurun seiring dengan ekonomi kita yang rileks dan membaik,” ujarnya. Ia mengatakan: “Ojek dan perusahaan yang menganggur atau sudah mati dapat bekerja kembali. Nanti, secara bertahap mereka akan kehilangan akses ke bansos.” Untuk menghindari masalah baru di masa depan.

“Tentunya kita harus memiliki data asli yang baik agar inferensi tidak menimbulkan masalah baru,” tutup Riza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *