Mulai hari ini, Pemprov DKI Jakarta akan melarang penggunaan kantong plastik di pusat perbelanjaan, supermarket, dan pasar umum

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Hingga hari ini (7 Januari 2020), Pemprov DKI Jakarta resmi melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai. Andono Warih, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, mengatakan akan memberikan sanksi kepada pelaku usaha yang masih menggunakan kantong plastik sekali pakai.

Dilarang menggunakan kantong plastik sekali pakai.Kantong plastik cocok untuk digunakan di mall, minimarket dan pasar umum. .

Andono mengatakan, sanksi yang diterapkan secara bertahap akan dimulai dengan peringatan tertulis, pemaksaan uang, dan pencabutan izin.

Baca: Seico Mart, Konbini Pertama Jepang Masih Gratis untuk Pelanggan-Bacaan: Pemprov DKI akan melarang penggunaan kantong plastik mulai 1 Juli.

Baca: Mulai 10 Februari, Seluruh Warga Kota Balikpapan Dilarang Menggunakan Kantong Plastik

“Saya akan menerapkan sistem hierarki untuk menjatuhkan sanksi. Jika pelaku usaha yang dikelolanya ternyata tidak memenuhi kewajibannya sesuai ketentuan, maka akan dikeluarkan surat peringatan, ”kata Andono dalam siaran persnya, Rabu (1 Januari 2020) -selama periode ini, akan dilaksanakan. Tiga sanksi administratif: “Teguran tertulis, yaitu teguran pertama berlaku 14 kali 24 atau 14 hari, batas kedua 7 kali 24 jam atau 7 hari. Terakhir 3 kali 24 jam atau 3 hari.

“Pengajuan pembayaran wajib Jika Anda mengabaikan peringatan tertulis ketiga 3 kali dalam waktu 24 jam setelah peringatan tertulis ketiga dikeluarkan, pengelola akan menerima mulai dari Rp5 juta menjadi INR 25.000.000 (meningkat sebesar INR 5.000.000, secara bertahap meningkat ) Tekanan, ”jelasnya. -Selain itu, jika denda administrasi uang wajib tidak diberlakukan dalam waktu lima minggu, sanksi pencabutan izin juga akan berlaku. Jika pelaku usaha gagal melakukan pembayaran wajib, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pencabutan izin. Andono.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, supermarket, dan pasar umum mulai hari ini.

Larangan ini ada di Peraturan Gubernur Pera Regulasi tersebut tertuang dalam regulasi.Peraturan No. 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Tas Belanja Ramah Lingkungan di Pusat Perbelanjaan, Supermarket dan Pasar Populer. (Joko Supriyanto) .

Artikel ini pernah dimuat di Wartakotalive: https: / /wartakota.tribunnews.com/2020/07/01/awas-pelaku-usaha-yang- still-use-kantong-plastik-s-wear akan disetujui

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *