Pada April 2020, 58.801 orang meninggalkan Jakarta selama pandemi korona

Dilaporkan oleh reporter TribunJakarta.com Dionisius Arya Bima Suci di Jakarta-Jakarta TRIBUNNEWS.COM – kasus coronavirus atau covid-19 yang paling umum terjadi di ibukota Jakarta. -Nasional, jumlah pasien positif dan jumlah kematian menempati peringkat pertama di Jakarta karena Covid-19.

Untuk mencegah penyebaran koronavirus secara luas, pemerintah provinsi DKI telah menerapkan status pembatasan sosial skala besar (PSBB) sejak 10 April 2020. Banyak orang yang meninggalkan Jakarta naik kereta antarkota dan bus antar provinsi (AKAP) ke bagian lain Jawa.

Baca: 57 Dr. Zainal dari Cariadi Corona Positive Hospital Medical Staff: Tubuh hanya ditolak, terutama orang-orang yang kami tinggali

Dinas Transportasi DKI Jakarta menunjukkan bahwa pada tahun 2020 Antara 1 April dan 17 April, 58.801 orang meninggalkan ibukota.

“Informasi lengkap, hingga 23.577 orang menggunakan bus AKAP dan 35.224 orang menggunakan kereta antarkota,” kata kepala agen transportasi DKI Jakarta Syafrin Lip. Uto pada Sabtu (18/4/2020). -Untuk penumpang bus AKAP, mereka berangkat dari empat terminal terintegrasi, Dermaga Kampung Rambutan, Dermaga Pulo Gebang, Dermaga Kalideres dan Dermaga Tanjung Priok.

Pada saat yang sama, penumpang dengan kereta jarak jauh berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Jakarta Kota.

Jumlah orang yang tiba di periode yang sama juga cukup besar, mencapai 53.896 penumpang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *