Kementerian Sosial bersiap melakukan reintegrasi sosial terhadap 305 anak korban eksploitasi

TRIBUNNEWS.COM-Menteri Sosial RI Juliari P. (WNA) yang berada di gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Gubernur Nanang Sujana mengatakan Kapolda Metro Jaya mengatakan Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil ditemukan Kasus kriminal yang melibatkan eksploitasi ekonomi dan seksual anak di bawah umur oleh orang asing dari Prancis. Nana mengatakan: “Investigasi tersangka (FAC) menunjukkan bahwa dia berusia sekitar 65 tahun. Sejak Februari 2015, dia telah Data biro itu berkali-kali bolak-balik ke Indonesia. ”FAC kerap keliling Jakarta membawa tas untuk menyimpan kamera tersembunyi.

Beberapa hotel di DKI Jakarta (DKI) menjadi lokasi aksi FAC. Diyakini operasi itu mungkin sudah dilakukan sejak ia tiba di Indonesia pada 2015. Kamar hotelnya telah ditata sebagai studio foto, yakni dihiasi kain latar, efek pencahayaan, kipas angin, dll. – Menurut penyidik, ternyata Komisi Luar Negeri Gadis-gadis di bawah umur difoto untuk menutupi amoralitas seksual. Modus operandinya adalah tersangka biasanya akan masuk ke dalam sekelompok anak jalanan, lalu mendekati dan membujuk mereka, lalu mengajak mereka untuk memberikan foto model. Anak yang ditemukan setuju akan Di bawa ke hotel. FAC melakukan aksi dengan menggunakan 3 (tiga) kamera (beberapa disembunyikan) untuk memotret anak korban yang sedang berhubungan seks. Jika anak korban menolak untuk berhubungan seks, ia akan dipukul dan ditendang. , Ditampar dan dianiaya tanpa uang. Anak korban ingin berhubungan seks dan akan mendapat hadiah 250.000 sampai 1 juta rupiah.

Polda Metro Jaya membuat video cabul di baju korban Barang bukti berupa pakaian berjumlah 21 set, ditambah dengan ditemukannya unit komputer laptop dengan nama 305 anak korban yang berisi foto dan video. Selama pemeriksaan tiga bulan terakhir ini, Tujuh belas dari 305 anak yang dieksploitasi dan dilecehkan secara seksual diidentifikasi sebagai korban. Orang yang dibujuk untuk menukar uang. Lalu, mereka harus berdandan, make up dulu agar terlihat menarik, “kata Nana . Didekati, dibujuk dan ditawarkan untuk menjadi foto model. Anak-anak yang sudah bersiap membawa mereka ke hotel. Mereka juga memanfaatkan anak-anak korban untuk dibawa rekan-rekannya ke kamar hotel. – Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan: ” Kami sangat khawatir karena mendengar kasus pelecehan seksual terhadap anak beberapa waktu lalu, dan sekarang ini terjadi lagi.Saya kira dalam upaya pencegahan, pihak-pihak yang terlibat, baik itu polisi, Kementerian Sosial, masyarakat Kemen. DAP atau masyarakat harus melakukan upaya yang lebih serius dan terkoordinasi. Yang paling sederhana adalah kita perlu perbaikan sistem peringatan dini. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *