Aulia Kesuma divonis hukuman mati Bagaimana nasib kedua eksekutor yang dipekerjakannya itu?

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Aulia Kesuma, penulis kasus kesengajaan pembunuhan Edi Candra Purnama alias Pupung Sadili dan M Adi Pradana alias Dana, divonis mati pada Senin (15/6/2020). — Berpartisipasi dalam sidang putusan konferensi video konferensi Zoom yang diadakan di Pengadilan Jakarta Selatan bersama putra kandungnya Aulia, Geovani Kelvin. Orang-orang yang disewa Aulia itu membunuh Pupung dan Dana dengan nasib berbeda.

Berdasarkan laporan Tribunnews, Kusmawanto alias Muhammad Nursahid alias Sugeng divonis hukuman seumur hidup oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hukuman Mati-Baca: Tanggapan Keluarga Pupung Sadili Terhadap Hukuman Mati Aulia Kesuma dan Geovanni Kelvin-Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Yosdi mengatakan, “Agus dan Sugeng telah melanggar hukum. Sebutkan terdakwa I Kusmawanto alias Agus dan terdakwa II Muhamad Nursahid Alias ​​Sugeng sudah terbukti secara meyakinkan sesuai dengan undang-undang, “kata Yosdi saat membacakan putusan di Pengadilan Negeri Jalan Ampera Raya Selatan Jakarta, Senin.

” Terdakwa I Kusmawanto, atau akrab dipanggil Agus, divonis seumur hidup. Dia menambahkan: Terdakwa kedua, Muhamad Nursahid, adalah Sugeng dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup. Sementara itu, terdakwa lainnya Rody Syahputra, Karsini alias Tini, dan Supriyanto alias Apat divonis 15 tahun penjara. Di penjara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *