Hati-hati, Anarko menyebarkan teror dan vandalisme terhadap anak kecil

Laporan berita dari Tribunnews.com di Jakarta-TRIBUNNEWS.COM di Jakarta-Tim kepolisian Jakarta menunjukkan sabotase teroris yang disengaja atas nama kelompok Anarko. Pada 18 April 2020, kelompok Anarko di beberapa kota besar di provinsi Jawa dan Kalimantan .

Sidratahta Mukhtar, seorang dosen ilmu politik di Universitas Kristen Indonesia (UKI), meminta masyarakat untuk memperhatikan keberadaan kelompok Anarko .

Mengapa Pertama, karena kelompok ini menargetkan kaum muda yang masih mencari identitas. Organisasi dapat dengan mudah meniru tren kejahatan yang berkembang di negara lain. Dia percaya bahwa karena alasan ini, Polisi Nasional mengambil langkah untuk menuntut mereka yang terlibat dalam organisasi.

Baca: Kumpulkan kisah perawat selama pandemi korona, tubuh ditolak sampai dianiaya

Baca: Pendaftaran izin kerja pra-kerja resmi terbuka, batch pertama orang tidak kurang dari 164.000 orang

Baca: Tingkat penggunaan sumber air panas hotel di Arima, Jepang telah turun 90%

“Jika situasi ini tidak menyebar ke tren kejahatan baru identitas kriminal muda yang diilhami oleh Anarko. Mengambil tindakan pencegahan dapat menyelamatkan masa depan anak muda Indonesia. Dia mengatakan bahwa lebih dari 90 juta orang dihubungi Senin (13/4/2020).

Dia menjelaskan dua alasan mengapa pemerintah harus memahami fenomena kejahatan baru “anarki” ketika menanggapi pandemi coronavirus 2019 Hal (Covid) -19 .

Pertama-tama, dia mengatakan bahwa, dalam teori, fenomena anarki adalah sabotase yang disengaja, kenakalan remaja atau kenakalan remaja. Kedua, jika kenakalan remaja disertai dengan yang lain Dalam bentuk kejahatan, ia akan melanjutkan. Kejahatan, seperti narkoba, senjata tajam, senjata, jadi ini dapat digolongkan sebagai tindak pidana.

“Jadi ini sangat berbahaya, perlu dilewati oleh orang muda dan masyarakat lain Lembaga berpartisipasi untuk mencapai kerja sama maksimal. “Orang-orang yang mengatasi Covid 19 bukanlah lelucon di antara kita, mereka masih punya waktu untuk menciptakan jenis kekerasan baru,” kata Sidra.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *