Kasus pembunuhan Babinsa Tambora dimulai persidangan

Mayjen TNI Eddy Rate Muis, Panglima TRIBUNNEWS.COM-TNI Polda Metro Jaya, menyatakan persidangan kasus pembunuhan dan perusakan tersangka nakhoda angkatan laut Babinsa Tambora Serda RH Saputra akan dilanjutkan. Kepada publik. -Eddy juga menjelaskan proses eksekusi. Hukum di TNI transparan, obyektif dan ditegakkan secara proporsional.

Eddy meneruskan dokumen tersebut setelah menyerahkan dokumen investigasi, bukti dan tersangka dalam kasus dugaan pembunuhan dan vandalisme oleh Lt. Jenderal RW membawahi Panglima TNI II-07 House of Lords II-07, Sus Faryatno Situmorang, Biro Militer II-07 di Jakarta, Jakarta Timur, Selasa (7 Juli 2020).

“Prosedur penegakan hukum di lingkungan TNI dilakukan secara transparan, obyektif, profesional dan proporsional. Kami mengajak rekan-rekan media untuk sedapat mungkin mengikuti prosedur penuntutan dan persidangan. Kata Eddie.

Baca: Danpuspom TNI membeberkan Letda RW yang mabuk saat membunuh Babinsa Tambora-bersamaan, Faryatno mengungkapkan, setelah mengumumkan pencatatan lengkap dan diajukan ke pengadilan militer, rencana persidangan akan digelar di Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta di Jakarta. Saya di Jalan Militer Sidang dilangsungkan di Pungyingen (Jakarta Timur) di bawah jembatan penyeberangan (Pengadilan Tinggi Militer II Jakarta). Nanti kalau rekan-rekan media ikut berkoordinasi dengan humas pengadilan karena itu kewenangan mereka. Kekuasaan kita adalah mencurigai Orang-orang menunjukkan dokumen, “kata Faryatno.

Sebelumnya, dalam kasus ini, tersangka pembunuhan Serda RH Saputra juga diangkat sebagai anggota TNI AL Letda RW. Saat fasilitas di Hotel Mercure Jakarta Barat rusak, enam warga sipil lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka.

Ada total 20 saksi, termasuk 17 warga sipil, dua anggota TNI dan seorang polisi

Selain itu, semua barang bukti juga termasuk batik yang digunakan untuk membunuh tersangka, senjata, peluru, dan saksi pada saat kejadian. Pakaian yang dikenakan korban, telepon tersangka dan korban, video monitor hotel, HT milik korban, dan beberapa barang hotel dirusak tersangka. Tiga sepeda motor juga diserahkan ke Jakarta oleh TNI Puspom. Odituate II-07. Letda RW pun mengaku dirinya sebagai angkatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *