Dinas Pendidikan DKI telah memastikan pemilihan usia di jalur zona PPDB yang disepakati dengan Permendikbud

Laporan reporter tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-tahun ajaran 2020/2021, khususnya proses penerimaan siswa baru (PPDB) jalur kabupaten, saat ini menarik perhatian dan protes para orang tua. Pasalnya, rute tersebut dituding mengutamakan usia paling tua, ketimbang zonasi atau lewat.

Kita tahu bahwa kriteria pemilihan pertama dalam zonasi rute didasarkan pada jarak antara rumah siswa dan sekolah. Terlama

Baca: Pengumuman Hasil Seleksi Daerah PPDB Jakarta 2020 dapat dilihat di ppdb.jakarta.go.id-Jakarta Nahdiana, Kepala Dinas Pendidikan DKI, menjelaskan Partai politik mengutamakan usia. Pilihan kedua karena dapat menampung semua pendidikan kepemimpinan di sekolah yang baik.

“Berdasarkan evaluasi dan penelitian yang dilakukan terhadap PPDB, penggunaan usia sebagai kriteria seleksi dapat lebih mengakomodir calon maba dari berbagai kalangan,” ujar Nahdiana dalam siaran persnya, Sabtu (27/6/2020) .- — Baca: Cek Komentar Sabtu, 27 Juni 2020 Pukul 17.00 Cek Hasil PPDB Daerah Pemilihan DKI WIB

Kebijakan Seleksi kedua juga berdasarkan usia, katanya memenuhi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 44 Tahun 2019 (Permendikbud). Syarat calon siswa baru Ats SMP 7 paling lama 15 tahun mengikuti walking course pada 1 Juli, ”ujarnya.

Soal kapasitas zonasi jalur PPDB 2020/2021 sekolah dasar negeri (SD) swasta Kuota SD 106.432 kursi dan 54.176 kursi.

Baca: Pada hari terakhir pendaftaran PPDB Jalan Kecamatan Jakarta ditutup WIB pukul 15.00

Kemudian, kuota Sekolah Menengah Negeri (SMP) 70.702, Jumlah SMP dan SMA swasta 35.244 (65.196). Sedangkan kuota SMK negeri 19.182 dan SMK swasta 71.388. — “Bandingkan dengan kapasitas SMA kita di Tanah Air, ada 28.428. Untuk SMK ada 19.182, jadi SMA dan SMK negara 32,93% “, pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *