Buronan FBI kasus Russ Medlin, polisi masih menunggu keputusan Kedutaan Besar AS

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Humas Pompa Metropolitan Jaya, Petugas Polisi Cumbs Yusri Yunus (Yusri Yunus) mengatakan, dalam penuntutan, buronan FBI Lars Albert May Delin diduga melakukan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur. -Menurut Yusri, pihaknya masih meminta Kedutaan Besar AS untuk menahan, mengadili, dan mengadili tersangka Russ Medlin di Indonesia atau ekstradisi. Buronan bisa diekstradisi ke negaranya. Kami masih berkoordinasi dengan Kedutaan Besar AS, “kata Yusri kepada wartawan, Rabu (17/6/2020). Permintaan ekstradisi. Kedutaan Besar AS di Indonesia prihatin dengan hal ini.

Baca: Buronan FBI Bukan Hanya Anak di bawah umur yang cabul itu juga merekam adegan intim Hu Jintao- “Kami selalu menunggu amoralitas seksual, menunggu surat. Dia menyimpulkan: “Kami menahan orang-orang berdasarkan kasusnya, bukan penyerangan terhadap anak. Tersangka penjahat sering melakukan kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur.” Publik prihatin tentang keberadaan gadis di dalam dan di luar rumah Lars Albert. — “Di kediaman tersangka, Jalan Brawijaya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, perempuan sering keluar-masuk rumah, bertubuh pendek, dan kabarnya masih gadis (belum dewasa),” kata Yusri, seorang anggota Polres. Metro Jaya, Selasa (16/6/2020) .- Minggu (14/6/2020), polisi langsung memeriksa tiga gadis yang baru saja keluar dari rumah penulis. Menurut wawancara, kita tahu bahwa mereka diserang secara seksual oleh penyerang.

“Ketiga wanita ini dianggap anak-anak (di bawah 18 tahun, catatan editor), dan menurut pengakuan mereka,” pelanggar. ” Dua di antaranya adalah anak-anak berusia 15 dan 17 tahun (belum dewasa). “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *