Hujan turun selama tiga jam dan beberapa jalan di ibu kota tergenang air

Wartawan Tribunnews.com Jakarta, Reza Deni melaporkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) DKI Jakarta mencontohkan, sejak pukul 18.30, hujan deras melanda wilayah DKI Jakarta dan banyak jalan mulai banjir. WIB, Senin (21/9/2020) -Menurut data sementara yang dilansir Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops) DKI Jakarta dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sejumlah ruas jalan di ibu kota terendam banjir dari Jakarta Selatan hingga Jakarta Pusat. Mulailah dengan Jakarta Barat. .

“Ruas jalan tersebut adalah Jalan Jenderal Sudirman kawasan Karet Semanggi dengan ketinggian air 30 cm (kebalikan dari Universitas Atmajaya), Kolong Semanggi dan TMA di kawasan Sudirman-Setiabudi sepanjang 20 cm, Jalan Dr. Satrio Kuningan- BNPB komunikasi informasi bencana Raditya Jati, kepala pusat data, mengatakan: “Semanggi. TMA-nya 30 cm, dan Polsek (depan DPK) TMA Karet Semanggi 15 cm. Senin (21/9/2020). Selanjutnya, Jakarta bagian barat meliputi Jalan Palmerah Utara dan TCM 15cm di Desa Palmerah, dan Katalia Selatan di Kelurahan Kota Bambu Utara. Taman 15cm TMA .

Baca: Cicipi Nikmatnya Nasi Gondangdia Uduk, Kelezatan Khas Jakarta Sejak 1993

“Apalagi Desa Petamburan di Jantung Jakarta di Jaalan Gatot Subroto Terendam UNESCO TMA 10 cm dan Kar’s Jalan Karet Pasar Baru Timur dkk Desa Tengsin Timur dengan TMA 30 cm ”, sambungnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memutakhirkan prakiraan cuaca Jabodetabek Pembangunan hingga pukul 19.35 WIB .

Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, sebagian besar wilayah Jabodetabek kemungkinan akan disertai hujan sedang atau lebat .

Keadaan ini diperkirakan akan berlanjut hingga pukul 24.00 WIB.

Sedangkan wilayah yang pernah terjadi curah hujan di wilayah ini antara lain Tanah Abang di Jakarta Pusat, Kebon Jeruk dan Pal Merah di Jakarta Barat, Setiabudi, Mampang Prapatan, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Cilandak, Kebayoran Baru, Pancoran, Jakarta Selatan Pesanggrahan, Kramatjati dan Cipayung Jakarta di Timur.

Baca: 8 Catatan Bawaslu tentang Simulasi Pemungutan Suara Perjanjian Sanitasi di TPS Serpong

Kemudian Ciledug, Pinang, Baneran, Babelan di Kota Tangerang, Sukawangi dan Cibarusah dilarang di Bekasi, Bantar Gebang dan Jati Sempurna, Bekasi, Kota Depok, Simangis, Kabupaten Tangerang, Curug dan Kelapa Dua, Serpong Utara, Pondok Arun, Sipta Te, Cheputat Timur ada di Tangerang dan sekitarnya di selatan, pada saat yang sama potensi juga bisa meluas ke Tambora di barat Jakarta. Dengan Kembangan, Sava Besar, Kaimayoran, Gambier, Senen, Cempaka Putih, Mengden dan Johar Baru di Jakarta Pusat, Ploenchit, Jatinegara, Matr di Jakarta Timur aman, Pasar Rebo, Kelapa Sawit Duren, Makassar dan Ciracas, Cilincing di utara Jakarta, Tebet dan Jagakarsa di selatan Jakarta.

Ada juga Batuceper, Tangerang, Cibodas, Neglasari, Jatiuwung, Cipotoh, Caraondoh, Karawaci, Periuk dan Karang Tengah di Tangerang Cit y, Tigaraksa, Cisauk, Pasar Kemis, Cikupa, Panongan, Legok dan Pagedangan di Tangerang, Wilayah selatan Serpong dan Pamulang terletak di Tangerang, Tarumajaya di wilayah Bekasi, Pondok Gede di kota Bekasi, Jatisih dan Pondok Melati dan Bioskop (Cinere) di kota Depok.

BNPB menghimbau masyarakat dan pengambil keputusan di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dan memprediksi potensi bencana yang mungkin disebabkan oleh faktor cuaca dan fenomena alam.

“Jangan sampai terkena dampak. Melalui berbagai bentuk informasi yang tidak benar dan berlebihan tentang keberadaan bencana, terus mengakses dan mengupdate informasi terkini di instansi terkait dan pemerintah daerah”,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *