Kisah di balik modifikasi bus sekolah untuk mengangkut pasien Covid-19: memiliki partisi dan tidak menggunakan AC

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Tak kurang dari 10 bus sekolah telah dimodifikasi untuk mengangkut pasien yang dikonfirmasi oleh Covid-19. -Akibatnya, dari Maret 2020 hingga 27 September 2020, 1.800 pasien yang dikonfirmasi dievakuasi dan menggunakan bus sekolah untuk pergi ke beberapa rumah sakit rujukan-Ali Murthado, Kepala Dinas Perhubungan Sekolah (UPAS) Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sejarah proses revisi dijelaskan. Hal itu ditegaskan di Jakarta Timur, Selasa (29/9/2020) Selain untuk memastikan keselamatan pengemudi agar terhindar dari terpaan Covid-19, sekat yang digunakan sebagai sekat juga membantu meringankan beban psikologis. Beban pengemudi.

Alasannya berbeda dengan pengemudi. Ambulans memiliki kemampuan untuk mengambil alih layanan medis sejak awal, dan secara psikologis lebih bersedia untuk merawat pasien yang telah didiagnosis. Pastikan dan tidak terbiasa mengangkut pasien, jadi mereka punya beban psikologis.

“Kami juga tidak menggunakan AC, jadi kami menggunakan kipas angin. Kemudian kami mengganti ventilasi bus dan merekomendasikannya kepada tim medis. Karena bus kami bukan ambulans, tetapi yang dimodifikasi.

” Kami Pengendara dipilih berdasarkan usia, dan usia maksimal adalah 40 tahun. Kemudian kami mencoba riwayat kesehatan dan mencobanya untuk orang yang belum menikah. Lalu, teknologi, keahlian, dan pengetahuan transportasi bus, ā€¯tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *