Wali Kota Tangsel menduga fasilitas sekolah menengah rusak akibat penolakan siswa

TRIBUNNEWS.COM-Polisi telah menetapkan seorang kepala desa di kawasan Tangsel sebagai tersangka.

Pria berinisial S itu diangkat sebagai tersangka setelah mengamuk di sebuah sekolah menengah negeri di Tansell. Ditolak sekolah.

Sekarang, polisi telah mengajukan pengaduan tentang kerusakan fasilitas dan perilaku tidak menyenangkan tersangka.

Kapolsek Pamulang Tangsel Kompol Supiyanto mengungkapkan hal tersebut. Bukti berdasarkan hasil pemeriksaan.

• Virus virus banyak terdapat kuburan keluarga di pinggir jalan, Lurah Pisangan Timur Jakarta Timur: tidak ada keluhan warga

• Pemerintah Kota Bekasi memperbolehkan 38 masjid kelurahan untuk menampung shalat identitas kolektif baru

– • Termasuk di kawasan KLB, seorang solo yang tidak memakai topeng denda jalan resmi-kini pihaknya telah menetapkan Lurah sebagai tersangka.

“Sesuai judul perkara, ditemukan dua alat,” kata dia usai membenarkan tuntutan Supriyanto, Rabu (19/8/2020), bahwa polisi telah melayangkan somasi kepada tersangka melalui Pemerintah Kota Nantangerang. -Ini dilakukan karena S masih aktif sebagai Pejabat Nasional (ASN).

Supiyanto tidak menjelaskan secara detail kapan harus mengirimkan surat dan jadwal pemeriksaan tersangka.

HALAMAN BERIKUTNYA ==== ===>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *