Anies mengaku PSBB lebih ketat dari PSBB di awal pandemi ini, dan TNI dan Polri akan diturunkan.

TRIBUNNEWS.COM-Anies Baswedan mengumumkan bahwa DKI Jakarta akan kembali menerapkan pembatasan sosial skala besar (PSBB) seperti yang dilakukan di masa-masa awal pandemi Covid-19. Wabah di daerahnya dalam keadaan darurat.

“Melihat situasi darurat ini, Jakarta tidak punya banyak pilihan untuk segera memasang rem darurat.” Ia mengatakan: “Sudah bukan lagi PSBB transisi, tapi harus dilakukan PSBB pada hari pertama. Ini Ini rem darurat yang harus kita copot. ”Di YouTube, Rabu (9/9/2020) -Anies kembali mengungkapkan bahwa selama PSBB ini, Pemprov DKI Jakarta akan bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk menerapkan aturan disiplin yang ada. .

“Kami telah melalui dua PSBB transisi ketat PSBB. Sekarang, kami akan mengerem. Saya baru berbicara dengan TNI dan polisi. Kami sama-sama akan memantau dan memastikan disiplin,” katanya dalam wawancara dengan Nsir YouTube Najwa Shihab, Kamis (10 September 2020) .

Baca: Memprotes Kebijakan Anies, Airlangga mengatakan dampak negatif PSBB terhadap saham dan perekonomian sangat ketat

Dijelaskannya pengawasan selama PSBB akan lebih ketat dari pada PSBB di awal pandemi.

Menurutnya, saat ini PSBB sudah memiliki peraturan perundang-undangan, sehingga bisa ditegakkan untuk mendisiplinkan masyarakat.

“Sekarang kita punya semua aturannya. Beda dengan Maret atau April kemarin.”

Saat itu, kami mengadopsi kebijakan saat merumuskan regulasi aplikasi. Sekarang semua aplikasi aturan sudah ada, “tambah pria berusia 51 tahun itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *