Perilaku ilegal penumpang KRL: pagar stasiun rusak dan merokok di kereta

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Penumpang Kereta Listrik (KRL) selalu berperilaku tidak normal.

Perilaku seperti ini pasti akan mengganggu penumpang lain dan kemungkinan besar akan “ ditularkan ” kepada orang lain. –Baca: Virus Menular di Medsos, Penumpang KRL Merokok, Melanggar Aturan Pengamanan Jarak Jauh, dan Mendesak Penjaga – Kasus di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Pada Senin sore, masuk ke sisi Stasiun Tanah Abang dari Jembatan Serbaguna (JPM).

Gara-gara kelakuannya tersebut, PT Kereta Commuter Indonesia mengerahkan 150 orang pada Selasa (11/8/2020) oleh TNI, Polri, dan personel garis depan untuk mengantisipasi gejolak arus penumpang.

Hal ini memaksa PT KCI mengambil tindakan untuk menutup sementara sisi selatan dari pintu masuk dan keluar, yang telah dialihkan melalui lorong utara. Guna menggunakan pintu akses tunggal ini untuk mengelola isolasi pengguna, KCI telah mengerahkan 150 personel dari TNI, agen Ma Suk Polri, dan jajaran PT KCI yang terdiri dari pimpinan dan manajemen. Anne Purba, wakil presiden komunikasi perusahaan di PT KCI, mengatakan dalam pernyataan tertulis yang diterima pada hari Selasa. -Annie mengatakan pihaknya berharap untuk mengerahkan petugas tersebut. Antrean pengguna KRL dan terapkan protokol kesehatan. Bagi pengguna yang ingin melintasi perbatasan, mereka akan diarahkan ke lobi di sisi selatan. Pada saat yang sama, pengguna yang ingin meninggalkan stasiun diarahkan ke lobi utara melalui JPO. Sejak turun dari bus, pengguna harus menyesuaikan arus. “-Anni menjelaskan, hari pertama pemberlakuan single entry dan exit di Stasiun Tanah Abang Selasa kemarin berlangsung baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *