Dalam kisah Aisyatul pada malam penyerangan polisi Ciracas, sepeda motor kesayangannya dirusak dan dibakar

Reporter Tribunnews.com Gita Irawan melaporkan-Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-Aisyatul Ridho, warga Ciracas, Jakarta Timur, menjadi korban dugaan penyerangan di Polsek Ciracas oleh staf TNI, Sabtu (29/8/2020). tahun). -Menanggapi kejadian ini, ia kini telah menerima santunan dari militer Indonesia dan uang tunai sejumlah 15 juta rupee pada Rabu (2/9/2020). Kompensasi dan santunan segera dibayarkan kepada Mayor TNI Pangdam Jaya Jenderal Dudung Abdurachman yang dilaporkan menderita Kramat Jati (Jakarta Timur) di Posko Pengaduan Kolamir, Jakarta Timur 0505 Setelah hilang, bungkus dengan coklat. Kepolisian Hiracas, Aisyatul, mengucapkan terima kasih kepada TNI karena TNI siap mengurangi bebannya.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur. Terima kasih sudah meringankan beban saya,” ucap perempuan yang baru saja lulus kuliah ini. Koramil 0505 Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu (02/09/2020) .

Aisyah mengungkapkan, dirinya sedang memarkir motor Honda Scoopy di Polsek Ciracas pada malam kejadian. –Baca: Dilaporkan 76 korban penyerangan di Ciracas, Openi mengeluh selama 3 hari-kemudian dia meninggalkan sepeda dan pergi ke jalan karena perlu. Ya, saya mau atau tidak. Alhamdulillah setelah kesini saya dapat hasilnya. Kompensasi gaji polisi Ciracas rusak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *