Khawatir bencana kelaparan, PSK di Tangerang Selatan mengaku terpaksa bertindak saat pandemi Covid-19

Kyushu TRIBUNNEWS.COM-Tiga pekerja seks (PSK) di Serpong, Nantangerang, Banten dipastikan bekerja di bawah batasan sosial skala besar (PSBB).

Alasannya tidak lebih dari kebutuhan finansial dan pola makan sehari-hari.

Kita tahu bahwa pandemi Covid-19 telah menyebabkan kesulitan ekonomi bagi banyak orang Indonesia. FBI Ross Medlin: Ada 3 gadis setiap minggu-sayangnya, saat melayani tamunya, ketiga pelacur ini ditangkap oleh Korsel pada Kamis malam (26/6/2020). Satpol PP Tangerang ditangkap. Muksin Al Fahri, Kepala Seksi Penyidikan dan Penyidikan Kota Tangerang Selatan, mengatakan: “Karena kesulitan booking, mereka digerebek saat booking. Mereka mengaku kembali beroperasi karena kesulitan keuangan. Satpol PP, menurut TribunJakarta -Ketika menerima pernyataan tersebut, mereka mengaku belum menerima pembayaran selama lebih dari dua bulan karena tempat hiburan dan panti pijat yang berfungsi sebagai wadahnya telah ditutup.

“Semua tempat hiburan ditutup, karaoke , Pijat, baiklah. Kemudian dia berkata: “Sudah ditutup selama beberapa bulan, kami tidak bisa makan ini.” Mereka memakan pita suara di hotel dan pergi. Kata Muksin.

Saat penggerebekan Satpol PP Tangsel terhadap hotel dan tempat karaoke di kawasan Serpong, 22 orang diamankan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *