19 warga negara Prancis yang menjadi korban kejahatan seks dan 19 anak di bawah umur diidentifikasi

Laporan Reporter Tribunnews.com Igman Ibrahim – Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polda Metro Jaya baru saja menemukan 305 anak di bawah umur asal Prancis yang mengalami kejahatan seksual dari WNA (WNA), François Abello Camille (FAC) Alias ​​Frans (65) .

Polda Metro Jaya, Kepala Humas Kompas, Yusri Yunus, mengatakan polisi masih mengidentifikasi ratusan anak lainnya. — “Korban yang teridentifikasi baru 19 orang. 286 belum teridentifikasi,” ujarnya. Yusri kepada wartawan, Kamis (2020/7/16). Yusri mengatakan, polisi sedang mencari korban dari korban Francois. Memang korban yang disebut di bawah umur masih belum memiliki E-KTP.

“Sulit bagi kami untuk menerimanya. Jika korban sudah memiliki E-KTP, dia akan difoto secara diam-diam. Mainkan di perangkat kami, kemudian namanya akan ditampilkan dan alamatnya akan menjadi. Jika menjadi korban Kalau orangnya anak-anak, data di fotonya malah tidak akan dirilis karena data elektronik di E-KTP tidak tercatat, “pungkasnya. -Membaca: Popularitas Internasional: Fakta tentang Resesi Ekonomi Singapura | Media Asing Menekankan Bunuh Diri Pedofil Prancis-Membaca: Kronologi Orang Asing Perancis yang Memukul 305 Anak yang Tewas Karena Mencoba Bunuh Diri Kabel ditarik dari penjara. ) (Senin (13/7/2020)) Tersangka yang bunuh diri di antara 305 anak di bawah umur di sel Rutan Polda Metro Jaya – Humas Polsek Kombes Yusri Polda Metro Jaya, Yunus, mengatakan, Kamis. 13/7/2020) Bunuh diri menggunakan kabel yang melingkari selnya, kabel itu dililitkan di lehernya, membuat tubuhnya hampir tertahan. Dia mencoba bunuh diri. Rumah sakit menerima perawatan selama tiga hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *