Kekhawatiran sang ibu, ketika anak-anaknya melepaskan tanpa henti, menunjukkan bahwa ia menolak untuk menciptakan hukum kerja

TRIBUNNEWS.COM-Ada demonstrasi yang menolak “Undang-Undang Penciptaan Lapangan Kerja Republik Demokratik Rakyat” yang baru-baru ini disahkan.

Beberapa protes telah menimbulkan keributan seperti di Jakarta. (8/10/2020). – Berita semrawut Jakarta beredar di portal berita dan media sosial, apalagi peserta aksi tidak hanya pekerja dan pelajar, tetapi juga gerakan mahasiswa yang menyampaikan keinginannya. . Pekerja dan mahasiswa, mahasiswa turun ke jalan untuk berpartisipasi dalam gelombang protes.

Membaca: Respon cepat dan respon lambat, tanpa Saham, 80 siswa dari Tangsel berpartisipasi dalam aksi protes hak untuk menciptakan lapangan kerja

Bacaan: Karawang, 48 dari 141 peserta ) Demonstrasi “Job Creation Act” baik untuk obat-obatan – kekhawatiran orang tua mereka. Ervina, kerabat asal Bekasi, merasakan hal tersebut.

Ervina adalah singkatan dari nama siswa. Daerah. 10) Ini mungkin hari yang melelahkan baginya, anaknya sudah berangkat sekolah kejuruan sejak pagi tanpa pamit.

“Biasanya dia di rumah, kebanyakan main gitar di kamar. Saya tidak perlu mencarinya karena tidak mau keluar. Selamat tinggal,” kata Ervina saat ditemui di Mapolres Kota Bekasi, Jumat (9/10/2020). Waktu.

Berita pesta di TV dan media digital membuatnya semakin khawatir tentang keberadaan putranya. Seorang mahasiswa Depok menanyakan arti ikut demo: demo di bus legal-saat anaknya tidak bisa dihubungi, terjadi kepanikan, beberapa kali menelpon, tapi AF tidak merespon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *