Selama demonstrasi UU Komprehensif, polisi mengatakan ada mobil yang mengangkut makanan, batu, dan bom molotov.

TRIBUNNEWS.COM-Dalam protes terhadap undang-undang komprehensif tersebut, polisi menyatakan bahwa sebuah mobil sedang mengisi bahan bakar bom molotov.

Ini terjadi saat aksi protes di Jakarta pada Kamis (8/10/2020). Ini berdasarkan informasi dari beberapa orang yang ditangkap dalam kerusuhan tersebut. Wartawan Sabtu (10/10/2020) .

Baca: Suami Istri Demokrat Kalongman Utara ini membagikan cerita 50.000 dan 100.000 kepada ratusan pengunjuk rasa

Yusri mencontohkan Saat ini, polisi masih mencari tahu siapa yang membantu para pengunjuk rasa menyebabkan kerusuhan. — Polisi juga memeriksa banyak saksi dan mengumpulkan video CCTV dan video pendek yang beredar selama kerusuhan. Protes terhadap undang-undang konstitusi yang komprehensif melakukan kegiatan penciptaan lapangan kerja di beberapa tempat di Jakarta pada Kamis.

Pada awalnya, operasi dilakukan secara tertib, menyampaikan keinginan untuk mengutuk ratifikasi “Piagam PBB”. Ciptakan peluang kerja. Pekerjaan non-polisi-tetapi setelah beberapa saat, massa mulai terlibat dalam kerusuhan.

Mereka menghancurkan kantor dan membakar beberapa fasilitas umum.

Setidaknya 18 polisi kantor polisi dihancurkan dan dimukimkan kembali. Selama protes, terjadi kebakaran besar. -Selain itu, 23 anggota polisi mengalami luka berat atau ringan akibat bentrok dengan massa. (Kompas.com/Muhammad Isa Bustomi) -Artikel ini pernah tayang di Kompas.com dengan judul “Polisi: Mobil Sediakan Makanan, Batu, dan Bom Molotov untuk Pedemo di Bawah Undang-Undang Cipta Kerja”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *