KCI: Mengubah jam kerja membuat transportasi umum lebih aman dan seimbang

Reporter Tribunnews.com Hari Darmawan melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM-PT Indonesia Kereta Api Indonesia (KCI) menanggapi Covid-19 Central Working Group’s Circular (SE) untuk mempercepat penanganan Covid-19. Perusahaan memantau jam kerja di Jabodetabek dalam dua gelombang.

Anne Purba, Vice President Corporate Communication KCI, mengatakan dengan SE ini, berbagai instansi, instansi pemerintah dan dunia usaha dapat menerapkan sistem kerja yang progresif. — -Anne mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin (6 Juni 2020): “Jam kerja bertahap ini akan memungkinkan para pekerja untuk bepergian dengan lebih aman saat menggunakan transportasi umum,” lanjut Annie. Menerapkan protokol keselamatan, seperti menjaga jarak aman.

Menerapkan jarak agar tetap aman, tetapi dengan bertambahnya jam kerja transportasi, saya akan lebih seimbang dengan kebutuhan masyarakat. : Antrean Penumpang KRL Terus Muncul. Ini Bekas Desain Grafis KCI-Baca: General Manager PT KAI Penumpang Telpon KRL Pagi dan Tert ib, Berharap Menaati Regulasi Kesehatan -Menurut Annie Alasan Tidak Perlu Menyesuaikan jam kerja, menjaga jarak fisik, atau menjaga jarak aman akan sulit dicapai di angkutan umum, terutama di kereta listrik (KRL).

“Karena sebagian besar pengguna KRL adalah pekerja yang menggunakan moda transportasi ini bersama-sama, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari,” kata Annie. Sebagai informasi, silahkan mengatur jam kerja secara bertahap sesuai dengan rekomendasi kelompok kerja, yaitu staf tahap pertama harus masuk pada pukul WIB-07.30 WIB, kemudian pulang pada pukul 15.00 WIB-15.30 WIB. Langkah 2, petugas akan masuk pukul 10.00 WIB-10.30 WIB, lalu pulang pukul 18.00 WIB-18.30 WIB, yang akan membuat distribusi pengguna KRL lebih seragam, bukan hanya fokus pada jam sibuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *