Garis waktu pembunuhan dan mutilasi di Kota Kalibata dimulai dengan pelaku meminta korban untuk menyewa apartemen

TRIBUNNEWSMAKER.COM-Polisi menangkap dua tersangka pelaku pembunuhan dan membubarkan pemotongan seorang pria yang jasadnya ditemukan dalam koper di sebuah apartemen di kota Kalibata, Jakarta Selatan. Kapolres Metro Jaya, Inspektur Nana Sudjana, mengatakan kedua tersangka menghadapi ancaman pembunuhan.

Dia mengumumkan dalam jumpa pers yang diadakan di Mako Polda Metro Jaya pada hari Kamis: “Menerapkan Pasal 340 KUHP dengan hukuman mati atau seumur hidup, atau menerapkan Pasal 338 KUHP dan Pasal 365 KUHP” kutipan Kompas.com (9 / 17/2020). -Korban pembunuhan disertai mutilasi bernama Rinaldi Harley Wismanu (33 tahun) .

Dia dibunuh oleh pasangan dan dimutilasi Akronim DAF (26) dan LAS (27).

Akui kepada polisi bahwa mereka membunuh korban karena alasan keuangan.

• Penulis menggunakan koper dan ransel untuk membawa jenazah korban yang dipotong-potong ke Kota Kalibata

• Polisi dan Tinder berada di Kalibata untuk pertama kalinya Ngobrol dengan korban luka fisik: saling kenal

• Korban Kalibat yang dimutilasi dibagi menjadi 11 tindakan keji

dua orang berkonspirasi untuk membunuh Rinaldi mengontrol hartanya sendiri. Untuk menindaklanjuti, LAS mengajak korban menyewa apartemen di Jakarta Pusat. Dengan kata lain, DAF dan LAS membunuh dan melukai korban.

Kemudian tubuh korban disimpan di sebuah apartemen di kota Kalibata.

• Ada 5 fakta tentang pencurian Rp tentang mutilasi di kota kalibata. 97 juta dari uang korban digunakan untuk menutupi rambut penyerang – kedua tersangka berencana menguburkan tubuh korban di “rumah kontrakan mereka”. Namun keduanya ditangkap sebelum menguburkan tubuh korban.

LEBIH HALAMAN ========>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *