Pemprov DKI Jakarta Larang Resepsi Saat Masa Pengetatan PSBB dan Hanya Bisa Menikah di KUA

Kebijakan penghematan TRIBUNNEWS.COM-PSBB akan berlaku mulai 14-27 September 2020, untuk jangka waktu dua minggu.

Implementasi kebijakan penghematan PSBB adalah dengan memodifikasi Pergub nomor 88 tahun 2020 (tentang Pergub nomor 33 tahun 2020). Pergub nomor 88 2020 dirilis pada 13 September 2020. -Pada dasarnya prosedur pengetatan PSBB sama dengan PSBB sebelumnya. -Seperti yang kita ketahui bersama, PSBB sebelumnya berlaku efektif mulai 10 April hingga 4 Juni 2020. Seperti kita ketahui bersama, pada awalnya Provinsi DKI melakukan pelonggaran PSBB atau PSBB transisi dari 5 Juni hingga 2 Juli 2020. — Kemudian Pemprov DKI memutuskan untuk memperpanjang masa transisi. Mulai 3 hingga 10 Juli 2020, PSBB akan berpartisipasi dalam acara dua minggu sebanyak lima kali.

• Alasan pemerintah pusat akhirnya menyetujui PSBB Jakarta dengan alasan pengereman darurat dianggap bermasalah

• 17 regulasi PSBB DKI Jakarta, dari kapasitas angkutan umum terbesar hingga tempat ibadah

• In Covid -19 Ketika jumlah kasus bertambah, Anies Baswedan menerapkan PSBB Jakarta dan mengimbau Pemprov DKI Jakarta melakukan persidangan-Pemprov DKI Jakarta melarang PSBB memperketat resepsi pernikahan warga.

Gubernur DKI Jakarta Annes Basvidan menyampaikan hal tersebut dalam jumpa pers yang diadakan di Balaikota Jakarta Pusat.

Pemprov DKI Jakarta menyiarkan konferensi tersebut melalui Youtube. Anies mengatakan: “Pada pesta pernikahan yang diadakan pada hari Minggu (13/9/2020), konferensi dan seminar semuanya dibatasi.” -Halaman selanjutnya ========>

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *