Bea Cukai meminta masyarakat untuk belajar dari kasus Putra Shrija: Jangan mudah tertarik dengan barang impor yang murah

TRIBUNNEWS.COM-Bea Cukai meminta masyarakat belajar dari apa yang disebut kasus jual beli ponsel ilegal, yang berujung pada pengusaha Batam, Putra Siregar. Diambil dari kasusnya.

“Jelas, faktor pertama memiliki efek mengerikan pada penjahat yang bertekad untuk menjual barang ilegal.”

“Kedua, hal itu dapat memberikan edukasi kepada masyarakat untuk membuat mereka tidak terlalu rentan terhadap impor murah. Menarik. Barang-barang ini mungkin ilegal, ”ujarnya kepada Tribunnews, Selasa (28/7/2020). -Ricky juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif melaporkan tanda-tanda pihak yang diduga menjual produk ilegal yang dapat merugikan negara. Ia mengatakan: “Bea Cukai dan lembaga penegak hukum lainnya bekerja sama untuk mengatasi masalah ini. Penting untuk mendapatkan informasi dari masyarakat.” Bacaan: Son Siregar, seorang pengusaha penjual ponsel murah, membeli medali 260 crore Marco Simic. Kontak telepon Ricky juga menjelaskan kasus yang melibatkan Putra Siregar. Selain itu, 190 telepon genggam bekas dari berbagai merek digunakan, dan pendapatan tunai dari penjualan adalah Rp 61.300.000,00.

“Dari penahanan, penyidikan, pencarian informasi hingga tahap penyidikan pada tahun 2019, keseluruhan prosesnya sangat panjang.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *