Pokja Pusat Pemerintah Provinsi DKI tidak merekomendasikan evaluasi terhadap keputusan pembukaan bioskop tersebut

Direktur Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia (Cucu Ahmad Kurnia), Direktur Dinas Pariwisata Kota Jakarta Reporter Tribunnews.com, Danang Triatmojo melaporkan-Jakarta TRIBUNNEWS.COM menyatakan akan mengevaluasi “pembukaan Keputusan untuk merilis bioskop. -Kadisparekraf, diketahui pada tanggal 6 Juli 2020, menetapkan Keputusan Nomor 140 Tahun 2020, tentang Pembukaan Bioskop Ibu Kota.

Keputusan tersebut akan dievaluasi oleh Pokja Covid-19 DKI Jakarta mulai hari ini (16/7). Meski keputusan akan diambil pada 17 Juli 2020.

“Ya, ini akan kita evaluasi pada 16 Juli untuk melihat perkembangannya. Nanti pada 16 Juli kita evaluasi pada 17 Juli dan kita akan mengambil keputusan untuk tetap buka atau sementara Ditutup, “kata Kuku kepada Tribunnews.com, Kamis (16/7/2020).

Baca: Fraksi PAN Minta Anies Cabut Keputusan Pembukaan Bioskop Saat Pandemi Covid-19

Baca: Bioskop Dibuka Sekaligus Tanggal 29 Juli, YLKI Minta Ditunda, Karena Itu-Cucu Terangkan, Kecuali Selain tren penambahan kasus Covid-19 ke DKI Jakarta, Zhou tidak merekomendasikan pembukaan bioskop dari Pokja Pusat Covid-19, sehingga dipertimbangkan untuk evaluasi. Pemerintah provinsi DKI dapat mengambil tindakan dalam keadaan darurat dan menunda pembukaan bioskop ibu kota.

“Mungkin terlambat. Jika tidak demikian, ini adalah situasi istirahat. Jika memungkinkan, bisa ditutup.” Katanya. -Sebelum merdeka, Doni Monardo, Kepala Satgas Pusat Covid-19, menegaskan, sejauh ini belum ada usulan untuk membuka bioskop. Biasanya diperlukan waktu 1 hingga 1,5 jam untuk menayangkan film di bioskop.

“Teater termasuk dalam kategori kegiatan yang belum direkomendasikan oleh kelompok kerja. Oleh karena itu, semua kegiatan dilaksanakan di ruang tertutup dan mungkin berlangsung kurang dari satu jam. 1,5 jam, ini belum mendapat rekomendasi,” kata Duny, Senin. 13/7/2020) Ucap di ruang rapat Komite Kedelapan Republik Demokratik Rakyat Senayan, Jakarta. -Doni menjelaskan bahwa tur yang direkomendasikan terbatas pada kegiatan umum di luar ruangan. Selama periode ini, tidak ada tur kota atau kota yang diperbolehkan.

“Pokja merekomendasikan kegiatan pariwisata di alam, seperti taman nasional dan kemudian pantai, dan mendapat rekomendasi. Pada saat yang sama, kami tidak mengizinkan pariwisata perkotaan, termasuk dunia hiburan,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *