Alasan penggunaan lampu dan sirine berputar akan menjadi target Patuh Jaya 2020

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Direktur Perhubungan Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menjelaskan, di Patuh Jaya 2020, polisi juga akan menyasar alasan penggunaan lampu atau sirene berputar pada kendaraan. Jumlah pengaduan masyarakat yang dilaporkan ke polisi oleh komunitas terkait.

Selanjutnya, kendaraan di jalan tol atau jalan bebas hambatan akan menjalani inspeksi mendadak dari lampu atau alarm berputar. Sambodo mengatakan kepada Polda Metro Jaya, Kamis (23 Juli 2020): “Rencana ini akan kami implementasikan untuk penertiban jalan tol dan jalan tol selain pelanggaran tersebut.” Baca: Kapolda memberangkatkan 1807 personel operasi ke Patuh Jaya 2020 – Ia menyebut penggunaan lampu bergulir pada kendaraan melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Menurut Samb odo, lampu penunjuk arah hanya dapat digunakan pada kendaraan tertentu. Ia menyimpulkan bahwa eksterior kendaraan tidak diperbolehkan, sehingga jika ada kendaraan yang menggunakan spinner atau sirine pasti akan berfungsi. -Seperti disebutkan sebelumnya, Patuh Jaya 2020 akan berlaku mulai hari ini (Kamis, 23 Juli 2020). Operasi akan dilakukan dalam 14 hari ke depan sesuai dengan banyak kesepakatan kesehatan. -Direktur Metro Gakkum Polda Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, pihaknya menargetkan lima pelanggaran, khusus menyasar pengendara. Para pengemudi diimbau untuk memperhatikan lima hal ini.

“Satu, lawan lalu lintas. Kedua, hancurkan marka stop line. Ketiga, penumpang dan pengemudi tidak menggunakan helm SNI. Keempat, seberangi bahu jalan tol. Kelima, jangan pakai pemintal dan sirine” kelimanya Titik target khusus, “kata Fahri kepada wartawan, Kamis, 23 Juli 2020. Sistem berburu.

” Mereka tidak menggunakan razia tetap, tapi mobile atau sistem berburu. Misalnya Hasyim Anshari pindah ke Daan Mogot. -Ini artinya, polisi yang melakukan penggerebekan tidak akan tinggal di satu tempat terlalu lama. Jika ditemukan pelanggaran di lapangan lebih sedikit, polisi akan pindah ke lokasi di mana banyak pelanggaran terjadi. — “Tidak mungkin menghitung waktu yang dibutuhkan untuk ponsel. Jika pelanggarannya berkurang, mereka akan pindah lagi. Oleh karena itu, kami akan mencari mereka yang memiliki banyak pelanggaran,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *