Setelah para korban mencari bantuan melalui Oyol, mereka menawarkan suaka bagi pekerja imigran ilegal di Sirakas

JAKARTA TRIBUNNEWS.COM-Aparat menggerebek sebuah rumah di Jalan Bungur, Desa Ramboutan, Kecamatan Ciracas, yang diduga menjadi tempat berlindung bagi TKI ilegal. -Razia pada Selasa (25/8/2020) mulai malam ini, ada pesanan seorang tukang ojek online (Ojol).

Ikhwan M Ali, Lurah Ramboutan, mengatakan kejadian ini bermula saat TKI hendak pulang. Menyewa penyewa dilarang saat memesan ojol.

Saat memesan ojol, TKI menyelipkan selembar kertas minta tolong.

“Isi permohonan bantuan harus disampaikan dari pengungsian melalui ojol yang mendapat perintah,” kata Ikhwan, Rabu (26/8/2020) di Silakas Timur, Jakarta. — Ojol kemudian melaporkan selembar kertas, meminta Tim Investigasi Kriminal Polisi Sirakas untuk segera memberikan bantuan. -Dikatakan dalam penggerebekan, sekitar 20 TKI yang melakukan penjarahan ilegal dari Cianjur ke sebuah rumah kontrakan yang hanya disewakan sekitar dua bulan. Tanpa izin, ilegal, gelap. Pengurus RT / RW tidak tahu kalau rumahnya dijadikan tempat berteduh, ”ujarnya.

Iqwan mengatakan, setelah mendapat informasi tentang penggerebekan, stafnya mendatangi lokasi untuk berbicara dengan penyewa. Temui Penyewa. -Baca: Video Viral Rumah TKI Dimusnahkan Istri, Pak RT: Seminggu lalu Nyicil Bawa Pintu dan Jendela-Sesuai Hasil Klarifikasi Rumah Kontrakan oleh Warga Desa Rambutan dan Satpol PP Penyewa, Pihaknya Ditemukan dua perbuatan ilegal.

Artinya, rumah kontrakan tersebut tidak memiliki izin penampungan TKI ilegal dan pelayanan distribusi TKI.

“Tidak, jadi baik rumah maupun penerbit tidak memiliki izin, yang ilegal . Kasus itu sendiri kini ditangani oleh polisi di Siracas dan oleh karena itu oleh polisi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *