Sanksi masuk ke peti mati Pasar Rebo harus dilanjutkan

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Sanksi PSBB karena memasuki peti mati di Kecamatan Pasallebo Timur Jakarta diperkirakan terus berlanjut.

Terkait dengan kontingen Covid-19, Kabupaten Pasal Rebo masih menguji opsi sanksi sejak Rabu (2 September 2020) .

Meski sanksi tersebut tidak masuk dalam ketentuan Gubernur DKI Jakarta 2020 Peraturan No. 51, namun Wakil Direktur Pasar Rebo Santoso mengatakan sanksi tersebut masih dalam tahap uji coba. “Kami terima, dan akhirnya kami pakai cara ini (masuk peti mati),” kata Santoso kepada Pasar Rebo, Kamis (9/09, 2020).

Tapi dia tidak menyangkal bahwa penjahat tertentu setuju untuk mengambil tindakan hukuman seperti itu selama penggerebekan. Perjanjian kesehatan akan terus dilaksanakan.

Baca: Enggak Mau Ikut Baksos dan Harus Denda Warga yang Tak Pakai Masker Memilih Masuk Peti Mati Makanya

Baca: Terima Cilandak, Apakah Ditakdirkan Masuk Peti Mati Tanpa Topeng? Inilah yang dikatakan kepala eksekutif jalanan – di antara 7 pelaku yang tidak memakai topeng, 3 memilih opsi untuk masuk ke dada. –Alasannya, pelaku menilai bahwa sanksi lebih efektif dari segi waktu dan denda. Santoso juga mengklaim peti mati itu bisa mengurangi pelanggaran seketika terhadap PSBB.

“Mungkin ini akan mengarah pada (implementasi penuh), tapi kita lihat dulu hasilnya. Kita evaluasi hasil yang kita realisasikan dan dikurangi sebanyak 60%,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya mengaku akan membahas keberlanjutan sanksi peti mati tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *