Jam buka terbatas, pemilik rumah makan dan Satpol PP Kucingan

DEBOK’s TRIBUNNEWS.COM-Pemerintah Kota Depok mengeluarkan peraturan yang hanya makan di restoran sebelum pukul 18.00. WIB.

Pembatasan jam kerja diatur dalam Surat Keputusan Wali Kota Depok tanggal 2 Oktober 2020: 443/386 / Kpts / Dinkes / Huk.

Dalam surat tersebut, jam buka restoran hanya pada sore hari. 6:00 WIB makan di tempat dan 9:00 WIB takeaway di malam hari. Namun, ternyata masih banyak warga yang melanggar aturan tersebut.

Bacaan: Siswa SMA dikejutkan dengan promosi diri Satpol PP, dan Ibu kaget. Melihat Alat Kontrasepsi, Ia Ditipu

Bacaan: Anak dari Anak Perempuan di Kantor Satpol PP, Ibunya Pingsan. Lihat kontrasepsi: Saya tidak tahu dia menjualnya-Bacaan: Mohon maaf atas konten di YouTube, siswa SMA menggerebek Satpol PP yang menjajakan hotel – Terkait pembatasan jam kerja, pemilik restoran mengaku tidak setuju apakah harus sore hari Tutup jam 6 – “Kami baru buka jam 5 sore, dan kami harus tutup jam 6. Pada saat yang sama, orang-orang datang ke sini untuk makan malam,” kata Fursan, seorang pemasok nasi goreng. Di Jalan Tole Iskandar di Kota Depok. Industri katering mengaku, saat Satpol PP melakukan penyerangan atau patroli, mereka mengelabui hingga mengaku menutup industri katering dan membuka kembali saat kondisi aman. -Fursan mengatakan bahwa selama ini pemilik restoran yang ditangkap telah menerima perintah untuk memesan makanan dimana dia belum menerima hukuman yang berat.

Dia hanya menerima peringatan dan pesan sosial tentang jam kerja. (Deanza Fahlevi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *