Aturan PSBB DKI Jakarta di restoran, kafe, masjid dan gereja: ada yang harus ditutup total

TRIBUNNEWS.COM-Pemprov DKI Jakarta akan menerapkan regulasi ketat saat kedua pengetatan besar-besaran pembatasan sosial skala besar (PSBB) atau PSBB.

Dari melarang makan di restoran dan kafe hingga menutup semua tempat ibadah di zona merah Covid-19.

Pada Ahad (13/9/2020), Anies Baswedan, Gubernur Republik Demokratik Jakarta, mengutarakan pandangan tersebut di YouTube Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. — Anies mengakui perkembangan wabah Covid-19 memang dinamis, namun kali ini karena semakin banyaknya kasus, solidaritas memang diperlukan. 3864 atau 49%.

Oleh karena itu, Anis melaksanakan aturan PSBB yang diterbitkan pada 13 September 2020 yang tercantum dalam Pergub edisi ke-33 tahun 2020.

Baca: Pemerintah Pusat dukung PSBB DKI Jakarta dalam dua pekan ke depan-Aturan P kebijakan pengetatan SBB berlaku Senin, 14 September 2020 untuk jangka waktu dua pekan.

Anies menjelaskan bahwa segala bentuk perdagangan kuliner hanya bisa untuk dibawa pulang dan dibawa pulang, dan dilarang makan. di tempat.

“Restoran, resto, dan cafe hanya bisa dioperasikan dengan cara diangkut atau dibawa pulang, tapi tidak diperbolehkan menerima turis di tempat,” kata Anis. Selama periode ini, tempat ibadah seperti masjid dan gereja hanya mampu menampung 50% dari kapasitasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *