Adhi Karya menempatkan U terakhir di rak di Lintas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas

Jakarta, TRIBUNNEWS.COM-PT Adhi Karya Tbk (ADHI) menunjukkan jalur kereta api pertama di Indonesia dengan struktur balok berbentuk U terpanjang. Di Jalan Jenderal Sudirman di Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan. – Baja berbentuk U yang terpasang memiliki berat 148 ton dan panjang 30 meter. – Berat total baja berbentuk U yang dipasang adalah 2902 dan total panjangnya melebihi 43 kilometer.

Jalur kereta api ini akan tercatat dalam Arsip Indonesia.Tiga catatan tersebut antara lain penggunaan balok berbentuk U pertama di Indonesia dan pembangunan rel balok berbentuk U terpanjang di Indonesia, dengan total panjang 43,06 km Tidak ada kecelakaan saat balok berbentuk U dikirim, dan total 2.902 perjalanan terjadi.

Pada Perpres No. 98 Tahun 2015 dan Perubahannya, AD HI ditetapkan sebagai Kontraktor Pelaksana Pembangunan Light Rail / Light Rail Transit di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi-LRT Ja bodebek .- — Baca: IPSM Jadi Pelopor Tes Cepat Covid-19 di Kawan Kencana

Baca: Garap Jalan Lintas Timur Sumatera, Adhi Karya Dirikan Anak Perusahaan PT Jalintim Adhi Abipraya — -Membaca: Siapakah Dody Usodo Hargo? Ketua Panitia Utama PT Adhi Karya yang menggantikan Fadjroel Rahman-Proyek pengembangan tersebut meliputi line engineering, antara lain konstruksi overflight, pembangunan stasiun, fasilitas operasi, dan pembangunan gudang. — Struktur utama yang digunakan pada LRT Jabodebek tahap pertama biasanya lebih tipis dari pada struktur jalan layang.

Struktur ini adalah teknologi baja berbentuk U yang diadopsi di Prancis.

Karena ketersediaan struktur ruang di kota padat seperti Jakarta, teknologi ini dipilih karena desainnya yang elegan. -Selain ramping, desainnya juga memiliki keunggulan sebagai berikut: memiliki kelebihan anti getaran dan dapat meredam kebisingan. Struktur ini juga menyediakan trotoar atau ruang untuk berjalan kaki.

Selain menggunakan bentuk “U”, LRT Jabodebek juga menggunakan teknologi rel ketiga untuk menyalurkan listrik, sehingga tidak ada kabel crossover pada jalur tersebut. , Yang akan menambah estetika dan keceriaan pada arsitektur perkotaan Jakarta. (Kontan / Benedicta Prima)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *