Eko Galgendu mewarisi kearifannya, mengingat pertemuan pertamanya dengan Gus Dur

JAKARTA, TRIBUNNEWS.COM-Sosok presiden keempat Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, merupakan tokoh bangsa yang mengedepankan keberagaman dan kebhinekaan di Indonesia. Oleh karena itu, hal itu terus diterapkan.

Eko Sriyanto Galgendu, pendiri Gerakan Rekonsiliasi Moral Indonesia (GMRI), konon mewarisi semangat perjuangan Gus Dur. Mengingat perannya yang positif dalam meningkatkan nilai persatuan dan kesatuan bangsa. – “Sebenarnya semua ini berawal dari percaya pada kalimat yang kita yakini,” Eko Galgendu menyinggung peran penerus perjuangan Gus Dur dalam dialog virtual dengan budayawan Jaya Suprana. Selasa (3) 11 November 2020).

Eko mengumumkan pertemuan dengan Gus Dur yang masih presiden, dan Istana Kepresidenan menggelar acara open day. Saat itu, orang diperbolehkan bertemu orang pertama di Indonesia.

“Saya pergi dari Solo ke Jakarta untuk bertemu Gus Dur. Sebelum bertemu, saya unggah foto bernama Moral. Elang Awan Gelap,” Eko s cerita.

Sambil menunggu untuk mengirimkan foto-fotonya, Eko berdoa dalam hati semoga ini adalah harapan terbaiknya untuk berkumpul kembali.

“Mulai dari foto-foto di mana saya punya waktu untuk bertemu. Bahkan sebelum melihat Gus Dur, saya harus punya cara berdoa agar doaku terkabul,” imbuhnya.

Kata Eko, Gus Dur kali ini terlihat santai, lalu terus bertanya pada dirinya sendiri. Dia mengucapkan kalimat yang membuatnya merasa bersosialisasi tentang pertemuan itu.

“Kalau ketemu Gus Dur nanti ngomong sepatah kata, kalau diundang, dia tanya dari mana asalku? Saya bilang, saya Eko dari Solo.” Dia meniru Nahdlatul Ulama (NU) . – “Saya berkata:” Gus saya ada di sini. Dia berkata: “Menurut jawaban orang lain, jawabannya sederhana atau tidak meyakinkan, tetapi Gus Durr menjawab Eco mengatakan:” Kami adalah telur. “

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *