Para ahli menuntut dua pembunuh dan mutilator maut di Kalibata ini dihukum maksimal. Mengapa?

TRIBUNNEWS.COM-Psikolog forensik Reza Indragiri Amriel menghendaki aparat penegak hukum menjatuhkan hukuman tertinggi kepada pasangan berinisial DAF (26) dan LAS (27).

Kita tahu bahwa keduanya adalah pelaku pembunuhan dan Rinaldi Harley Wismanu (32) dimutilasi dan disembelih di Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan belum lama ini.

Reza berspekulasi bahwa hasil “pembelajaran” adalah cerita kriminalitas dan kefasihan, selain itu hasil penelitian menunjukkan faktor finansial yang kuat, Prediktor DAF (26) dan LAS (27) adalah residivis penjahat.

“Oleh karena itu, saya berharap Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Agung dapat memaksimalkan ancaman pidana terhadap kedua sejoli ini,” ujarnya kepada Tribunnews, Sabtu (9/9/2020). Terancam Hukuman Mati-Baca: Motivasi Pemotong di Kota Kalibata, Mengaku Menguasai Properti Korban-Reza menduga DAF dan LAS lebih banyak melakukan kejahatan. — “Pola tertib, yaitu korban terperangkap secara seksual. Ini mungkin menunjukkan bahwa, secara keseluruhan, pelaku pernah menggunakan pola yang serupa sebelumnya.”

“Oleh karena itu, terlalu berlebihan untuk korban terakhir Penulis menggunakan model yang sama dan sekaligus membuktikan mobilitas penulis dan puncak karir kriminalnya. Generalis kriminal, bukan ahli kriminal. Dia berkata: “Ini adalah pembunuhan. Lanjut Reza, pembunuhan itu kemudian dipotong-potong oleh LAS dan DFA. Ini memang sadis. Soal penyidikan Polda Metro Jaya tidak demikian. Ia menambahkan, itu jenis remunerasi instrumental (ekonomi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *