DPRD DKI sependapat dengan alasan Pemprov dan mewajibkan pengusaha entertainment bersabar

Laporan reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo-Jakarta-DKI Jakarta Ketua Komite B DPRD Abdul Aziz mengimbau pengusaha dan pekerja hiburan sabar menunggu izin tempat hiburan dalam ruangan terbuka. . Pemprov DKI Jakarta tidak berjalan sendiri dan memiliki tempat hiburan seperti klub malam karaoke. Penutupan tersebut hanya karena berbagai pertimbangan, terutama risiko penyebaran Covid-19. saat sore hari.

Baca: Bapemperda DPRD DKI terima draft review permohonan Perda Ancol

“Pesan saya sabar sabar. Kita semua dalam kondisi sulit. Dalam hal ini, Pemprov DKI sudah tidak ada syarat mau menutupnya dengan cara apa pun, ”kata Aziz di gedung DPRD DKI Jakarta Pusat, Selasa.

Menurutnya, pengusaha dan pekerja di industri hiburan harus memahami bahwa jika mendapatkan izin terbuka, mereka akan membahayakan diri sendiri. Jumlah kasus harian yang belum terselesaikan terus meningkat dari hari ke hari.

Baca: Terbuka Pengusaha Industri Hiburan Jakarta, Kepala Dinas Pariwisata: Bujuk Tim Klaster Covid-19

“Mereka juga harus paham kalau penundaan ini karena dia menjelaskan di luar kepentingannya sendiri. Akan ada kelompok baru di tempat tertutup, yang dengan sendirinya akan dirugikan.

Kemakmuran dan keadilan politisi ini sejalan dengan posisi Pemprov DKI Jakarta.Satu kesamaannya, aman sebelum ibu kota dinyatakan aman. Tidak ada klub malam. Aziz berkata: “Menurut saya wajar jika pemerintah daerah menunda pembukaan objek wisata yang ditutup ini. Karena ini dilakukan untuk pertimbangan keamanan sendiri. “Perusahaan berisiko tinggi tertular Covid-19. Karena perusahaan jenis ini berada di ruang tertutup dan paling sedikit memiliki ventilasi langsung,” jumlah hiburannya sangat bagus, ”kata Kuku usai konfirmasi, Selasa (7/1). / 21/2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *