Kasus Covid-19 Jakarta Melonjak, Ini Peringatan Gubernur Anies

TRIBUNNEWS. COM, Gubernur Jakarta-DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau warga DKI tidak sembarangan menyebarkan Covid-19.

Dia mengingatkan warga DKI untuk waspada, karena 100 dari 14.517 kasus positif DKI tidak bergejala (OTG). – “Saya harus ingatkan bahwa 66% yang kami temukan adalah OTG,” kata Anis dalam video conference, Minggu (12 Juli 2020).

Menurutnya, kebanyakan orang tidak tahu bahwa dirinya terinfeksi.

Jika “tim medis” tidak mengunjungi mereka, sebagian besar warga tidak akan tahu bahwa mereka telah terpapar virus Corona. – “Makanya harus hati-hati, kalau positif ditemukan pasien yang datang ke rumah sakit itu ada abses, itu beda ya tidak, ini 66% dari tes yang kami lakukan,” ujarnya.

Baca: Anies Diminta Tahu Sebaran Covid-19 di Angkutan Umum dan Pasar

Baca: Anies: Saat ini ada 404 kasus baru Covid-19, yang merupakan level tertinggi kasus yang kami tangani sejak- — Jadi, menurut Anies, masyarakat perlu sangat berhati-hati dalam beraktivitas. Jangan anggap enteng dan jangan berpikir Anda tidak memiliki Covid-19. Ia menyimpulkan: “Karena jika keadaan ini terus berlanjut ke depan, kita tidak akan bisa kembali ke keadaan semula.” Dulu, kasus positif Covid di Jakarta melonjak pada Minggu (12/7/2020).

Menurutnya, ada 404 kasus di Jakarta yang merupakan rekor baru pekan lalu.

“Dinkes DKI melaporkan jumlah kasus baru di Jakarta pukul 10 pagi tadi. Minggu lalu kami mencatat 3 kasus baru setiap hari. Hari ini level tertinggi sejak kami menangani kasus baru di Jakarta.” Anies.

Menurut Anies, rasio antara jumlah pasien positif dan jumlah sampel uji atau angka positif meningkat dua kali lipat menjadi 10,5%. Sebelumnya, angka positif DKI di Jakarta kurang dari 5%. – “Berdasarkan catatan, 21.197 tes dilakukan di Jakarta dari 4-10 Juni dengan tingkat positif 4,4%, kemudian dari 11-17 Juni, 27.091 tes dilakukan dengan tingkat positif 3,1%. Dari tanggal 18 hingga 24 Juni, 29.873 orang dinyatakan positif. Dari 25 Juni hingga 1 Juli, 31.085 orang dites, dengan tingkat positif 3,9%. Dari 2 Juli hingga 8 Juli, 34.007 orang diuji, tingkat positifnya 4,8%, katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *