Pemilik Perusahaan Investasi SCBD Jakarta ditangkap oleh polisi karena menangkap pemesanan ganja

Jakarta, reporter TRIBUNNEWS.COM, Titis Nurdiana melaporkan, Polisi sekali lagi mengungkapkan kasus narkoba ganja. Kali ini, diungkapkan oleh Biro Narkoba Kepolisian Metro Jakarta Utara.

Setelah menerima paket berisi 58 gram ganja kering, mereka menangkap manajer perusahaan investasi di wilayah SCBD, mengibarkan bendera PTS. Kepala Kepolisian Metro Jakarta mengatakan: “Direktur HKL PTS Susanto (Susianto) juga merupakan pemegang saham perusahaan investasi PT MPI.” Pemegang saham PT M atau direktur PT S ditangkap karena mengirim ganja atau ganja. Bodhidharma. Susianto dikutip di wartakotalive.com dalam pernyataan Selasa (23/23).

Polisi mengatakan mereka telah mengamati perilaku HKL sejak 18 Juni 2020. Seperti kita ketahui, HKL memesan ganja di Medan, utara Sumatra, melalui paket pribadi. Melalui KPPBC Marunda.

Baca: Direktur perusahaan investasi yang ditangkap oleh polisi karena kasus narkoba menyita 58,03 gram ganja

Jadi, siapa HKL? Sumber KONTAN, harap pastikan bahwa HKL adalah salah satu pemegang saham P. T Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI) – Menurut data RTI, salah satu pemegang saham Minna Padi Investama Sekuritas (PADI) awalnya adalah Henry Kurniawan Latief.

Baca: Dwi Sasono mengungkapkan konsumsi ganja sejak lulus dari sekolah menengah, mengakui tingkat ketergantungan yang tinggi, ini semua fakta baru

Henry memegang 0,24% saham PADI dalam database RTI pada 31 Mei , 2020. Cash mencoba menghubungi Henry Kurniawan Latief, tetapi tidak menerima hadiah telepon KONTAN.

Tetapi Kontan berhasil menghubungi manajer umum Minna Padi Asset Manajemen Djajadi, yang juga merupakan anak perusahaan dari PADI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *