Satpol PP DKI tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran perjanjian kesehatan di 631 lokasi usaha

Laporan Reporter Tribunnews.com Danang Triatmojo – Jakarta TRIBUNNEWS.COM – Satpol PP Jakarta menindak 631 restoran dan kafe antara 14 September hingga 1 Oktober 2020. – Satpol, Jakarta Chef PP, Arifin menyatakan, pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran perjanjian kesehatan saat melaksanakan PSBB ini.

“Apapun bentuk yang diambil, jika kami melanggarnya pasti akan kami tindak lanjuti,” kata Arifin kepada wartawan, Jumat (10 Februari 2020). .

Dari total jumlah tuntutan hukum, 417 perusahaan komersial ditutup sementara.

Sebanyak 52 administrator ruang menghadapi denda, dan 162 lainnya telah menerima peringatan tertulis.

Baca: Satpol PP Kota Matikan Sepuluh Klub Malam Teratas yang Melanggar Aturan PSBB

Baca: Selama PSBB, Penumpang Trem Jakarta turun signifikan dari 82.000 menjadi hanya 6.000

– Baca: Roger Danuarta tidak menggunakan jasa pengasuhan anak untuk mengasuh anak selama PSBB: saat ini masih mengurus dirinya sendiri-baru-baru ini, Satpol PP di Jakarta memblokir 10 besar perempuan dalam piyama karena ditangkap dalam larangan pembukaan.

Pertanyaan Penye merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat.

“Aku perintahkan member untuk mengawasi langsung jaga malam. Ternyata hiburan di tempat yang tepat adalah musik disko. Lalu ada beberapa tamu makan, minum, pelayan dan letter of credit,” ucapnya.

“Jadi, dengan segala bukti, kita bisa menutup atau menutup tempat usaha kita,” tutup Ariffin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *