Update pedoman pengujian kapas, Pemprov DKI mengikuti Kementerian Kesehatan RI

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Jumlah kasus Covid-19 aktif di DKI Jakarta terus meningkat. Padahal, mulai 14 September, Gubernur Anies Baswedan akan memproses jumlah PSBB untuk menghentikan penyebaran Covid-19 di ibu kota.

Hanya laporan Satgas Covid-19, saat ini terdapat lebih dari 900 kasus positif virus corona .

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memutakhirkan pedoman review uji usap / PCR, yang berlaku untuk Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Edisi kelima dari “Pedoman Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.” — Berikut ini adalah pedoman baru yang dikutip dari website Pemprov DKI Jakarta, Jumat (9/11/2020): 1. Bagi pasien kontak dekat-dekat mengacu pada kontak dengan orang dengan riwayat kesehatan berikut Kasus COVID-19 yang mungkin atau terkonfirmasi.

Isolasi selama 14 hari sambil memantau munculnya gejala.

Jika tidak ada gejala setelah isolasi, berarti pengawasan dapat dihentikan. Namun, jika gejala muncul selama proses pemantauan, pemisahan dan usap RT-PCR harus segera dilakukan.

2. Untuk pasien yang terdiagnosis COVID-19

Pasien yang dikonfirmasi dibagi menjadi dua kategori, yaitu kasus yang dikonfirmasi memiliki gejala (asimtomatik) atau kasus yang dikonfirmasi asimtomatik (asimtomatik).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *