Alokasi ASN DKI Jakarta telah berkurang 50% dan anggaran Covid-19 berkurang 25%

TRIBUNNEWS.COM, Gubernur Jakarta-DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan bahwa pemerintah provinsi DKI Jakarta sedang menyesuaikan anggarannya.

Berbagai kegiatan telah memotong anggaran.

Baca: 3 warga Lenteng Agung dapat kembali dari Kampung tanpa SIKM, Lurah Bingung: Bagaimana?

Ini dilakukan untuk mengatasi masalah kesehatan dan sosial ekonomi yang disebabkan oleh Virus Corona atau pandemi Covid-19.

Anies Baswedan mengatakan bahwa outsourcing lepas pantai juga terjadi pada biaya staf. Nilai 4,3 triliun rupiah adalah karena bantuan sosial (bantuan sosial) untuk warga yang rentan.

Jumat (29 Mei 2020), Anies Baswedan mengatakan dalam sebuah pernyataan: “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki TKD (Distribusi Kinerja Daerah) sebesar 25%, yang telah dimigrasi untuk memastikan keamanan. 25 berikutnya % Dibawa. “Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dikutip di YouTube. Berita Anies telah diteruskan ke Otoritas Pencatatan Sipil (ASN) sebagai bagian dari pemerintah provinsi DKI di Jakarta.

Anies menemani Ahmad Riza Patria, Gubernur Letnan DKI Jakarta, dalam pidatonya, yang terakhir berdiri di sebelah kirinya. -Oleh karena itu, mulai Mei 2020, alokasi ASN dari pemerintah provinsi DKI di Jakarta akan berkurang hingga 50%. -Jika ekonomi Jakarta mulai stabil, biaya tambahan 25% akan dikembalikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *