Kasus Jakarta Covid-19 dinilai mengerikan sepanjang Agustus 2020 dengan menitikberatkan pada kinerja Pemprov

TRIBUNNEWS.COM-Direktur Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA) Azas Tigor Nainggolan mencontohkan, perkembangan kasus Coronavirus (Covid-19) di DKI Jakarta pada Agustus 2020 dinilai mengerikan.

Tigor mengatakan wajar jika Jakarta menyebut Jakarta sebagai zona hitam untuk Covid-19.

“Tingginya angka COVID-19 seharusnya menjadi peringatan keras atau lampu merah bagi Pemprov DKI Jakarta yang berkinerja buruk. Khusus Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan,” ujarnya kepada Tribunnews.com, Selasa 9/2020).

Menurut Tigor, jika kasus Covid-19 di Jakarta terus meningkat, maka harus dikembalikan ke level sebelumnya. Kebijakan pembatasan sosial skala besar (PSBB). Dia mengumumkan Covid-19.

1 Agustus 2020-Sabtu: 374 orang 2 Agustus 2020-Minggu: 379 orang

3 Agustus 2020-Senin: 489 orang 4 Agustus 2020-Selasa : 466 orang 5 Agustus 2020-Rabu: 357 orang 6 Agustus 2020-Kamis: 556 orang 7 Agustus 2020-Jumat: 665 orang 8 Agustus 2020-Sabtu: 686 orang 8 Agustus 2020 Bulan 9-Minggu: 686 orang 10 Agustus 2020-Senin: 435 orang 11 Agustus 2020-Selasa: 462 orang, 12 Agustus 2020-Rabu: 819 orang 13 Agustus 2020- Kamis: 606 orang 14 Agustus 2020-Jumat: kepada 538 orang 15 Agustus 2020-Sabtu: 526 orang 16 Agustus 2020-Minggu: 518 orang

Baca: Menpan RB dirumuskan baru Pemberitahuan mengatur 75% ASN di Jakarta untuk bekerja di rumah

17 Agustus 2020-Senin: 552 orang 18 Agustus 2020-Selasa: 513 19 Agustus 2020-Rabu: 566 orang 2020 20 Agustus-Kamis, 2020: 594 orang 21 Agustus 2020-Jumat: 657 orang 22 Agustus 2020-Sabtu: 588 orang 23 Agustus 2020-Minggu: 615 orang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *