Pelajar yang merepotkan DKI mengaku diajak ke media sosial, mencari uang, makan dan jalan-jalan gratis

Jakarta TRIBUNNEWS.COM-Polda Metro Jaya memberitakan, protes hukum komprehensif itu dituding sebagai pimpinan organisasi anarkis, dan perusakan terjadi di Jakarta dan sekitarnya kemarin. -Kita tahu, polisi Indonesia menangkap 1.192 peserta saat demonstrasi pada Kamis (10 Agustus 2020) kemarin.

Sebagian besar yang ditangkap adalah mahasiswa STM dari berbagai daerah.

‚ÄúSebelum kerusuhan, kami menggerebek, menggeledah dan menggerebek, karena memang berdasarkan pengalaman kami sebelumnya, kami tahu ada demonstrasi dan kerusuhan usai. Ini menunjukkan bahwa orang-orang yang anarki terlibat. Rombongan itu heboh, “kata Yusri Yunus, Kepala Humas Polda Metro Jaya Jakarta dan Direktur Humas Polda Metro Jaya, Jumat (9/10/2020).

Baca: Pola Protes Penciptaan Lapangan Kerja Sama dengan Demonstrasi 2019

Yusri Mengatakan, Polisi Minta Seluruh Demonstran Yang Ditahan Memberikan Informasi – Menurut Pernyataan Ini, Beberapa Peserta Klaim telah menerima undangan. Demo online.

Ia mengaku dalam undangan tersebut menyatakan bahwa para demonstran yang ikut pawai akan mendapat uang. –Tapi, saya tidak tahu siapa yang mengirim undangan tersebut. Apakah dituntut untuk mengetahui apa itu hukum? tidak tahu. Apakah kamu datang kesini? Oh pak saya diajak lewat media sosial, saya diajak teman, lalu saya dapat uang disana, makan, siapkan karcis kereta, truk sudah siap, bus sudah siap, dan saya nyetir kesana, ” Said.-Seperti diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menangkap 1.192 orang dalam aksi unjuk rasa menentang “UU Komprehensif Penciptaan Kerja” di Jakarta dan sekitarnya pada Kamis (10 Agustus 2020).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *