PSBB Jakarta diperluas, Anies: Berdasarkan diagram kasus kegiatan bukan tujuan akhir

TRIBUNNEWS.COM-Jakarta Pemerintah Provinsi DKI kembali memperpanjang Pembatasan Sosial Massal Jakarta (PSBB) selama 14 hari hingga 11 Oktober 2020.

Alasan penundaan tersebut karena masih berpotensi meningkatkan jumlah kasus positif COVID-19 dengan kebijakan pelonggaran. — Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Pemprov DKI Jakarta terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk menangani kasus COVID-19. Investasi (Marives) menunjukkan bahwa indeks DKI Jakarta telah menurun dan terkendali, namun kawasan Bodetabek terus berkembang, sehingga perlu dilakukan penyesuaian langkah-langkah kebijakan. Ia mengatakan: “

Menteri Koordinator Marives juga telah menyetujui otomatis perpanjangan wilayah DKI Jakarta selama dua minggu.” Ppid.jakarta.go.id, Kamis (24 September 2020). -Baca: Anies Ulangi Ketat PSBB, Korban Jakarta Covid-19 Naik atau Turun? Ini data-data Gubernur Anies kemudian menjelaskan, saat ini ada tanda-tanda Jakarta mengalami penurunan kasus aktif dan aktif, dan pada masa pengetatan PSBB, mobilitas warga turun 49% atau 3.864 kasus.

Selama periode PSBB (setara dengan 12 hari ke depan) jumlah kasus yang aktif masih terus meningkat, namun sudah turun menjadi 12% yaitu 1.453 kasus.

“Berdasarkan diagram kasus aktivitas bukanlah tujuan akhir. Kita harus tetap terus bekerjasama untuk Putuskan mata rantai penularannya. “

” Pemerintah terus meningkatkan 3T, dan warga harus pulang dulu, baru melakukan perjalanan dan menerapkan 3M bila perlu, “tambah Anies.

Baca: Tercatat 4.634 kasus positif Covid-19 tersebar di 34 provinsi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *