Kegiatan Santri Pro harus mampu melatih generasi muda menjadi wirausaha handal

TRIBUNNEWS.COM, DEPOK-Akhir pekan lalu, Pro Santri menggelar proyek wirausaha di gedung pemuda Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok, Jawa Barat, yang berbuah dan profesional.

Bertempat di Pondok Pesantren Al-Nahdlah.Sebagai salah satu cita-cita Pesantren Jabodetabek, Duta Pemuda Indonesia (DRI) telah menyediakan platform baru bekerjasama dengan Santri Pro melalui panitia khusus untuk membekali santri Pelatihan agar mereka dapat meningkatkan kemampuan produktif dan profesional kewirausahaan.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia melaksanakan kegiatan ini dengan dukungan dari perwakilan penanggung jawab pengembangan pemuda dan staf khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan. Dalam sambutannya DR.HM Asrorun Niam Sholeh, MA menyampaikan harapannya agar generasi muda yang mengikuti acara ini dapat mengembangkan potensi wirausaha dan mendapatkan manfaat dari para pembimbing dan pembina.

“Masing-masing dari kita memiliki potensi untuk berwirausaha. Begini cara mengidentifikasinya. Potensi kewirausahaan, kemudian melakukan yang terbaik untuk mengembangkannya. Dengan cara ini, ada pengusaha sukses untuk pelatihan hari ini. Santri aktif Mereka berkerumun sebelum pembukaan pada pukul 09.00. – Berbicara tentang santri hari ini, Pak Si, staf khusus Wakil Presiden Bidang Ekonomi dan Keuangan RI sekaligus pembina Duta Muda Indonesia Lukmanul Hakim, mengatakan bahwa santri saat ini dituntut untuk bersekolah di pesantren. Bekerja ke segala arah diluar bidang ilmu pengetahuan .- “Pelatihan ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kemampuan mahasiswa. Tujuannya agar kedepannya mahasiswa dapat mengikuti berbagai bidang gerakan ekonomi masyarakat, namun harus bekerja secara profesional. Juga bersaing dengan kelompok lain.

Rangkaian kegiatan ini dimulai dari upacara pembukaan, melafalkan himne dalam Alquran, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, dan mengakhiri kata-kata tersebut, kemudian pelatihan Santri Pro langsung dipandu oleh para ahli. Yang pertama adalah Diah Ayu Olif-sebagai corporate coach and expert, pendiri Indonesian Lady Coffee Foundation, yang berbagi saran, perantara dan berbagai referensi wirausaha yang bermanfaat.Pertemuan diadakan dari pukul 10:00 hingga 12:00. WIB

— 12:00 pm 13:00 pm Pada WIB, acara dilanjutkan dengan diskusi interaktif tahap kedua yaitu bagaimana menciptakan brand image yang profesional, yang dilakukan oleh pakar Rifky BAGAIMANA selaku trainer dan brand consultant Disediakan langsung.Dalam diskusi interaktif, mahasiswa secara bergiliran mengajarkan ide-ide brand baru, ide-ide tersebut dapat dikelola oleh mahasiswa setelah lulus.

General manager DRI H. Misbahul Ulum, MS. Selamat kepada yang telah mengikuti pelatihan Santri Pro Mahasiswa, Ia menyarankan agar mahasiswa meningkatkan efisiensi kerja dan profesionalitasnya sesuai dengan tuntutan zaman.

“Jika kita berbicara tentang Tritunggal Mahakudus, maka tidak lagi hanya siswa yang belajar dan berjuang dengan ilmu agama, bukan hanya ilmu agama. Siswa hanya diasosiasikan dengan kitab kuning. Nah, Santri Pro merupakan upaya mahasiswa untuk menjadikan mahasiswa lain lebih produktif dan profesional. Semoga pelatihan ini bermanfaat, ”ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *